Rektor IAIN Cirebon: Pandemi Covid-19 Membuat Banyak Program Terkendala

8

CIREBON, (KC Online).-

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon H.Sumanta Hasyim mengakui pada 2021 ini pihaknya mengalami banyak kendala untuk menjalankan berbagai program. Hal ini disebabkan pandemi Covid-19. Menurutnya, dari sisi anggaran bahkan terjadi refocusing beberapa kali yang akhirnya menyebabkan banyak kegiatan tertunda.

“Tapi tahun ini juga menjadi starting poin kita untuk melangkah maju ke depan dan ini sangat penting bagi kita semua,” ujar Sumanta saat memberikan sambutan dalam Evaluasi Kinerja dan Anggaran 2021, Jumat (10/9/2021).

Jika menengok kembali ke belakang, menurutnya, banyak kendala untuk meningkatkan kinerja maupun realisasi anggaran.

“Kendalanya adalah PPKM sehingga mobilitas kita tidak leluasa untuk melakukan kegiatan. Saat awal-awal PPKM, hal ini memicu terhadap kinerja dan realisasi anggaran,” tuturnya.

Iapun mengakui kelabakan saat terjadi refocusing anggaran beberapa kali.

“Yang pasti kita terus bersabar untuk menanti buka blokir sehingga kegiatan bisa terlaksana kembali,” ujarnya.

Menurutnya, pandemik Covid-19 ini entah hingga kapan akan berakhir. Belum adanya kepastian berakhirnya pandemik ini membuat pihaknya merasa ragu untuk memulai pembelajaran secara langsung.

Di sisi lain, Sumanta menambahkan, ia bersyukur karena izin pembelajaran jarak jauh untuk jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) telah turun dari Kementerian Agama RI.

“Satu tangga sudah kita lalui dengan izinnya PJJ PAI yang sedianya baru dibuka pada 2022, tapi tahun ini kita sudah buka, artinya kinerja tim PJJ PAI baik pusat maupun IAIN Cirebon menunjukkan kinerja luar biasa. Karena komunikasi terus dijalin, dinamisasi terus merangkak naik dan Alhamdulillah bisa goal, komunikasi dengan elemen lain bisa dilakukan akhirnya bisa tahun ini tercapai,” katanya.

Dengan turunnya izin untuk PJJ PAI ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan mendapatkan tambahan 500 calon mahasiswa baru dari seluruh Indonesia.

“Kita akan melakukan lagi pelatihan untuk memiliki sertifikat pelajaran jarak jauh. Para TKI di luar negeri bisa afirmasi yang diberikan oleh pemerintah untuk bisa ikuti PJJ dan di tanah kelahirannya nanti tidak lagi menjadi TKI. Mereka bisa merasakan pendidikan tinggi,” katanya.

Iapun mengajak kepada seluruh civitas akademika IAIN Cirebon untuk bisa mensosialisasikan program ini.

“Ini amanah dan anugerah yang harus disyukuri. Program Kemenag UISSI juga disebut di mana-mana, dan ini tantangan bagi kita semua. Mari kita bersama untuk kuatkan konsolidasi untuk songsong program kita bersama. Kesadaran muncul bukan hanya dari pimpinan tapi juga harus muncul dari kita semua, semua harus bersyukur,” ungkapnya.(Fanny)