Keluarga Mertasinga Trah Kasepuhan Tegaskan Dukung Rahardjo Djali sebagai Sultan Sepuh, Perselisihan Famili Keraton Berlanjut

9
SESEPUH Keluarga Mertasinga Trah Kasepuhan, Pangeran Makmur Kartakusuma, memberikan keterangan pers terkait pelurusan statement Pangeran Basmudin Arkaningrat, Rabu (15/9/2021).* Fanny/KC

CIREBON, (KC Online).-

Keluarga Mertasinga trah Kasepuhan memberikan tanggapan terkait pernyataan Pangeran Basmudin Arkaningrat yang menyatakan bahwa nama famili Mertasinga dicatut dalam hal dukungan untuk Raden Rahardjo Djali sebagai Sultan Sepuh Aloeda II Keraton Kasepuhan.

Sesepuh Mertasinga trah Kasepuhan, Pangeran Makmur Kartakusuma mengatakan, pernyataan Pangeran Basmudin yang menyebut merasa dicatut dan dirugikan oleh segelintir orang yang mendukung jumenengan Rahardjo Djali sebagai Sultan Kasepuhan, sama sekali tidak berdasar.

“Adalah benar bila saudara kami, Pangeran Basmudin Arkaningrat adalah bagian dari famili Mertasinga, namun berdasarkan silsilah beliau terlahir dari trah Kesultanan Kanoman, karena Ratu Ambarita yang merupakan ibu kandung Pangeran Basmudin dinikahi oleh salah seorang trah kesultanan bernama Pangeran Agung Adijaya, sehingga secara silsilah yang bersangkutan tergolong sebagai trah Keraton Kanoman,” ujar Pangeran Makmur Kartakusuma, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, pernyataan Pangeran Basmudin tersebut merupakan sikap pribadi, yang sama sekali tidak mewakili komitmen sebagai sesepuh famili Mertasinga.

“Kami sesepuh Mertasinga trah Kesultanan Kasepuhan menganggap bahwa pernyataan tersebut merupakan sikap pribadi. Komitmen kami sebagai sesepuh famili Mertasinga dengan tegas dan tertulis mendukung secara kolektif kepemimpinan Raden Rahardjo Djali sebagai Sultan Kasepuhan yang dikuatkan dengan surat pernyataan bermaterai dan ditandatangani oleh famili Mertasinga trah Kasepuhan,” ungkapnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut sekaligus menyanggah pernyataan yang disampaikan oleh Pangeran Basmudin bahwa pernyataan sikap yang tertuang dalam maklumat tersebut bukan merupakan aspirasi segelintir orang.

“Oleh karena itu, kami selaku sesepuh famili Mertasinga trah Kesultanan Kasepuhan menolak keras jika ada yang merasa dirugikan karena sikap kami, yang dilakukan secara sadar, penuh pertimbangan akal sehat, tanpa tekanan dari pihak manapun dan mengedepankan azas musyawarah mufakat yang dibuktikan dengan pernyataan tertulis di atas materai sebagai wujud ketegasan sikap kami,” tuturnya.

Hormati aspirasi

Ia pun meminta kepada semua pihak untuk dapat menghormati aspirasi sesepuh famili Mertasinga trah Kasepuhan tersebut.

“Dimohon dengan bijak untuk tidak mengintervensi demi menjaga kondusivitas agar segera berakhirnya dinamika internal yang terjadi dalam Kesultanan Kasepuhan,” ujarnya.

Pangeran Makmur juga mengatakan, trah Kasepuhan dan trah Kanoman tercipta sejak meninggalnya Panembahan Ratu Pakungwati akhir atau Panembahan Giri Laya. 

“Beliau memiliki tiga putera yaitu Sultan Sepuh Muhammad Samsudin Martawijaya diberi kekuasaan Keraton Kasepuhan, Sultan Badridin diberi kekuasaan Keraton Kanoman serta Pangeran Wangsakerta  diberi kewenangan sebagai panembahan. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ikut memediasi,” katanya.

Terkait mengadakan pertemuan dengan Pengeran Basmudin, menurutnya, hal itu akan dilakukan jika dipandang perlu.

“Hakekatnya jika ditarik ke atas kita putra wayahnya Syekh Syarif Hidayatullah, hanya ada pengaturan pembagian kekuasaan tersebut. Sebetulnya tidak ada enak-enaknya berselisih dengan saudara,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pangeran Basmudin Arkaningrat menyayangkan adanya beberapa orang dari Mertasinga yang bergabung dengan Raden Rahardjo Djali yang melakukan jumenengan sebagai Sultan Sepuh Aloeda II.

“Kami memang sudah merasa dirugikan karena nama famili Mertasinga sudah dicatut. Di sana menyatakan bahwa ini (Jumenengan, Red) telah didukung oleh famili atau sesepuh Mertasinga. Siapa Mertasinga atau sesepuh yang dukung? Itu hanya beberapa gelintir orang kok. Jadi kami sama sekali tidak mendukung Raden Rahardjo Djali jadi sultan,” tegasnya.

Pangeran Basmudin menyebutkan, famili Mertasinga bergabung dengan famili Kasultanan Cirebon lainnya termasuk Keraton Kanoman. “Insya Allah kami famili Mertasinga juga sudah merapatkan diri, mulai kumpul-kumpul dan urun rembuk untuk meluruskan yang tidak lurus,” sebutnya.(Fanny)