Kado HSN, Pesantren Dapat Dana Abadi

9
Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Syaifurrahman .* Ist/KC

CIREBON, (KC Online).-

Perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dikomandoi Muhaimin Iskandar meminta Presiden Joko Widodo untuk membuat Perpres tentang Dana Abadi Pesantren akhirnya tidak sia-sia. Pada  Kamis (2/9/2021) lalu, Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, hal ini menjadi kado terindah di kalangan pesantren menjelang Hari Santri Nasional (HSN).

Selain itu, Perpres terebut diapresiasi penuh oleh seluruh pengurus PKB di Indonesia, tidak terkecuali PKB Kota Cirebon yang menyambut baik Perpres terebut, karena banyak puluhan pesantren di Kota Cirebon.

Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Syaifurrahman mengatakan, ditandatangani Perpres terebut oleh Jokowi menjadi kado istimewa menjelang HSN.

“Menjelang hari santri 22 Oktober mendatang Presiden Jokowi menandatangani Perpres soal Dana Abadi untuk pesantren. Tentu ini menjadi kado istimewa dari pemerintah untuk para santri se-Indonesia,” kata Syaifurrahman, Rabu (15/9/2021)

Perpres tersebut diketahui membahas mengenai dana abadi pesantren yang sejak lama dinantikan kalangan pesantren. Pendanaan pesantren selama ini dilakukan secara mandiri.

Menurut Syaifurrahman, dana abadi pesantren merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, tepatnya di Pasal 49 ayat 1 dan 2. Karena itu, ia menilai Perpres Nomor 82 Tahun 2021 yang ditandatangani Presiden Jokowi sudah tepat dan sesuai dengan amanat konstitusi. Dengan adanya Perpres itu, berharap pesantren semakin eksis dan maju.

“Dana abadi pesantren merupakan kehadiran negara untuk menjaga keberlangsungan pesantren. Kontribusi pesantren sangat besar untuk negara ini, jadi negara tidak boleh hadir setengah-setengah,” ujarnya.

Menurutnya, memang sudah seharusnya bangsa ini memberikan perhatiannya kepada pesantren. Sebab, pesantren memiliki kiprah atau peran yang sangat besar bagi bangsa ini.

“Soal pendanaan pesantren selama ini hanya dilakukan secara mandiri. Padahal kiprah pesantren memiliki andil yang besar dalam mempertahankan kemerdekaan,” pungkasnya.(Iskandar)