Kabupaten Cirebon Masuk Level 4, Kadinkes Jelaskan Alasanya, Pekan Depan Dipastikan Turun Level

9
KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni saat menunjukan data kematian Covid-19 di kantor dinas setempat, Rabu (15/9/2021).* Iwan/KC

CIREBON, (KC Online).-

Masuknya Kabupaten Cirebon dalam level 4 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), disebabkan karena laboratorium pemeriksa Covid tidak melakukan input dalam data nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menjelaskan, dengan tidak diinputnya data tersebut dalam data  nasional maka membuat  laporan data kematian dari rumah sakit terlambat  dilaporkan secara nasional.  “Hal ini menimbulkan perbedaan data harian dan data dalam new all record (NAR),” kata Enny dalam keterangannya, Rabu (15/6/ 2021).

Enny menjelaskan, setiap kasus kematian karena Covid-19, semula berstatus konfirmasi positif dan tercatat dalam new allrecord oleh laboratorium pemeriksa Covid-19.  Dari status konfirmasi maka akan berakhir pada dua status, yaitu sembuh atau meninggal. Sehingga seharusnya, ketika ada laporan kematian dari rumah sakit maka data kasusnya sudah tercatat dalam new all record. 

“Pada kasus yang dialami oleh Pemkab Cirebon ini, banyak laporan kematian dari rumah sakit, namun ketika dicari dalam data new allrecord tidak ada. Sehingga data kematian tidak bisa dilaporkan sebagai kasus meninggal sampai data diinput oleh laboratorium,” katanya.

Enny mengatakan, perbedaan data tersebut diketahui saat pihaknya melakukan verifikasi data kematian periode Januari-Agustus 2021. Dalam verifikasi tersebut, terdapat selisih kematian hingga 378 kasus.  “Ada selisih data dari kabupaten dan Pusat, terkait angka kematian hingga 378 kasus,” ungkapnya.

Oleh karenanya, kejadian itu membuat pihaknya berusaha untuk melaporkan kembali selisih angka kematian tersebut secara bertahap. Setiap harinya, dilaporkan sebanyak 13 kasus kematian. Pada periode 10 Agustus hingga 6 September, sudah dilaporkan sebanyak 203 kasus kematian, sehingga tersisa sebanyak 175 kematian. 

“Untuk segera menyelesaikan jumlah selisih kematian tersebut, Pemkab Cirebon langsung menyelesaikan selisih angka kematian, dengan melaporkan sebanyak 175 kasus dalam satu hari pada 7 September 2021. Namun ternyata, saat melakukan evaluasi kembali pada 7 September 2021. Masih ada selisih kematian sebanyak 160 kasus,” katanya.

Kondisi tersebut, tambah Enny, membuat Pemkab Cirebon kembali melaporkan selisih kematian sebanyak 160 kasus dalam satu hari pada 8 September 2021.  Perbaikan selisih data ini sudah dikoordinasikan dengan pihak provinsi, melalui surat resmi yang dikirimkan.  Jika merujuk pada data real yang ada saat ini, seharusnya Kabupaten Cirebon sudah masuk pada level 2 PPKM. Jumlah kematian juga sudah turun secara signifikan.

Bahkan Enny memastikan, minggu depan level PPKM di Kabupaten Cirebon, dipastikan akan turun. Hal tersebut karena selesainya perbaikan data yang dilakukan. Turunnya level PPKM juga perlu didorong dengan gencarnya vaksinasi yang dilakukan.  “Minggu depan pasti turun, kalau tidak level 2, ya level 3,” ujarnya.(Mamat)