‘Aksi Saling Diam’ Para Penumpang KA Demi Cegah Penyebaran Covid-19

9

CIREBON, (KC Online).-

Sepanjang perjalanan, Yahya (35 tahun) terus mengotak-atik smartphone nya. Ia sedang melakukan perjalanan jarak jauh Cirebon-Surabaya menggunakan kereta api. Hampir tak ada aktivitas lain yang ia lakukan selama perjalanan berjam-jam menuju Surabaya, selain otak-atik smartphone, tidur dan makan.

“Karena memang mengobrol juga tidak diperkenankan, saya ke Surabaya bersama adik saya, jadi ya sudah di kereta juga ‘diam-diaman’ alias ‘tutup mulut’ sama adik saya,” ujar Yahya sambil tertawa saat dikonfirmasi KC Online, Rabu (15/9/2021).

Tak hanya ngobrol langsung yang tidak diperkenankan di kereta, PT KAI juga tidak memperkenankan penumpang untuk berbicara melalui telepon.

“Jadi saya juga berusaha untuk tidak menerima telepon selama perjalanan di kereta. Padahal ada yang nelepon ke saya saat perjalanan, relasi bisnis, tapi akhirnya saya WA dia dan bilang nanti di telepon balik saat saya sudah sampai di Surabaya. Dia pun mengerti kondisi ini,” tuturnya.

Yahya mengaku tidak mempersoalkan hal ini karena memang kebijakan tersebut dilakukan PT KAI demi kebaikan bersama di masa pandemik Covid-19.

“Tidak mengapa kebijakan tersebut diterapkan, kita mengerti, karena memang situasinya sedang di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Suprapto mengungkapkan, PT KAI menerapkan persyaratan protokol kesehatan sesuai Surat Edaran Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021 yang harus dipenuhi oleh para calon penumpang.

“Termasuk di antaranya tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung pada saat selama perjalanan,” ujar Suprapto.

Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi yaitu penumpang dalam kondisi sehat tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius, penumpang juga wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut.

“Juga wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 6 M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi Mobilitas, Menghindari makan bersama,” katanya.

Sementara, menyikapi perpanjangan masa PPKM Level 4, 3 dan 2 hingga tanggal 20 September 2021, PT KAI Daop 3 Cirebon tetap memberlakukan syarat-syarat protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh calon penumpang KA jarak jauh sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Kemenhub RI No 69 Tahun 2021.

“Di mana syarat utama bagi seluruh pelanggan KA jarak jauh yang harus dipenuhi adalah telah melakukan vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama dan mempunyai surat bebas Covid-19 berupa hasil negatif dari tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau hasil negatif dari Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tutur Suprapto.

Jumlah penumpang KA yang naik selama era perpanjangan PPKM pada periode 1 hingga 13 September 2021 yang lalu di seluruh stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon, total sebanyak 9.287 orang. Adapun persyaratan administrasi protokol kesehatan bagi penumpang KA jarak jauh terhitung mulai 14 September 2021 di antaranya surat bebas Covid berupa hasil negatif dari RT-PCR yang berlaku 2×24 jam, atau hasil negatif dari Rapid Test Antigen yang berlaku selama 1×24 jam.

“Menunjukkan data telah divaksin Covid-19, minimal dosis tahap pertama dengan aplikasi Peduli Lindungi atau kartu vaksin,” katanya.

Sementara, pelanggan KA di bawah usia 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan naik KA.

“Bagi pelaku perjalanan kereta api dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,” kata Suprapto.

PT KAI sendiri tidak memperkenankan anak-anak di bawah usia 12 tahun untuk tidak naik KA jarak menengah/jauh sejak 13 Agustus lalu. Hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.PT KAI Daop 3 Cirebon juga telah memberikan vaksinasi Covid-19 gratis terhadap para calon penumpang KA. Total ribuan penumpang telah menjalani vaksinasi tersebut di Stasiun Cirebon.

Sejak tanggal 26 Juli 2021, pelayanan KA jarak menengah/jauh di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon sudah bisa diakses oleh masyarakat umum dengan persyaratan protokol kesehatan ketat yang harus dipenuhi. Di mana kapasitas okupansi penumpangnya (load factor) untuk KA antar kota maksimum sebanyak 70%.(Fanny)