Siswa Baru Ikuti PLS Secara Virtual

22
Emsul/KC KETUA MKKS SMA Kabupaten Kuningan, H Jaja Subagja (kiri) beserta Sekretaris, H Edy Riyadi (kanan), membahas peningkatan mutu pendidikan bagi siswa, disampaikan melalui virtual dalam kegiatan PLS memasuki tahun pelajar 2021-2022.*

KUNINGAN, (KC Online).-

Memasuki tahun pelajaran baru, seluruh SMA di Kabupaten Kuningan melaksanakan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) di  sekolah masing-masing, pada Senin-Kamis (19-22/7/2021). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual (online), mengingat masa pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kuningan, H Jaja Subagja mengungkapkan, kegiatan ini diikuti seluruh siswa baru (kelas X), yang dipandu langsung oleh panitia PLS di setiap sekolah. Siswa dikenalkan mengenai lingkungan sekolah yang disampaikan  sejumlah nara sumber. Di antaranya  kepala sekolah, wakil kepala sekolah (Wakasek), wali kelas dan panitia pelaksana PLS. Sehingga peserta didik saat memasuki tahun pelajaran baru sudah memahami lingkungan sekolah dan sekitarnya.

“Dalam virtual PLS tersebut, kepala sekolah dan panitia PLS dapat menerangkan terkait mata pelajaran dan kegiatan  ekstrakurikuler yang ada di sekolah, juga memotivasi siswa agar giat belajar dan tidak ketinggalan upaya pencegahan penularan virus Corona dengan  melaksanakan protokol kesehatan (prokes),” katanya.

Menurutnya,  suluruh siswa baru diharapkan dapat beradaptasi dengan kondisi sekolah yang baru, karena sangat berbeda dibanding sebelum memasuki tahun pelajaran baru. Hal ini harus difahami dan dilaksanakan oleh para peserta didik baru.

 “Selamat adik-adik dapat diterima di SMA dan selamat juga untuk belajar dengan baik dengan penuh semangat,” ucapnya.

Wakil Ketua MKKS SMA Kabupaten Kuningan, H Edi Riyadi menyebutkan, ada beberapa materi yang  disampikan selama PLS. Antara lain, kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tentang membangun peserta didik yang berkarakter. Kemudian sekolah ramah anak dan deklarasi anti kekerasan, pengenalan kurikulum, pengenalan guru dan karyawan, budaya hidup bersih dan sehat, adaptasi kebiasaan baru, pembelajaran secara daring dan sebagainya.

“Agar pada saat siswa memasuki kegiatan belajar dan mengajar (KBM) secara daring dapat berjalan dengan lancar,” katanya. (Emsul)