Menunggak Pembayaran, Pasokan Obat ke RSUD Linggarjati Dihentikan Sementara

30
Yan/KC DIREKTUR RSUD Linggarjati, H. Edi Martono.*

KUNINGAN, (KC Online).-

Sejumlah perusahaan farmasi menghentikan pasokan obat untuk pasien umum dan Covid-19 ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggarjati, karena menunggak pembayaran dengan jumlah besar.

“Hanya beberapa perusahaan obat  yang tidak bisa mengirimkan obat seperti biasanya, karena terjadi keterlambatan dalam proses pembayaran,” kata Direktur RSUD Linggarjati, H. Edi Martono ketika dihubungi via whatapp, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya,  hal tersebut tidak menjadi permasalahan, karena sampai saat ini stok obat masih ada. Selain itu, pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan perusahaan obat lainnya, sehingga pasokan obat untuk RSUD Linggarjati tetap berjalan dengan baik.

Ia mengungkapkan, perusahaan farmasi yang tidak bisa mengirim obat, bukan berarti mundur atau memutuskan hubungan kerja sama yang sudah terjalin cukup lama. Tetapi akan kembali berjalan seperti biasanya sampai tunggakan dilunasi.

Sedangkan mengenai jumlah dan nama-nama perusahaan farmasi yang menghentikan sementara pengiriman obat, ia mengaku kurang tahu. Karena harus dikonfirmasikan terlebih dulu ke Bagian Keuangan RSUD Linggarjati. Namun yang pasti, catatannya ada di instalasi farmasi.

“Berdasarkan informasi terakhir yang saya terima, tunggakan biaya obat ke sejumlah perusahaan farmasi sudah diselesaikan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan,” katanya.

Sementara itu,  pada Januari-Juli 2021, sebanyak 408 orang pasien Covid-19 dirawat di RSUD Linggarjati. Dari jumlah tersebut, 339 pasien dapat disembuhkan, sedangkan 69 orang lainnya meninggal dunia.

Edi pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar di tengah pandemi Covid-19 lebih bisa menjaga diri dan keluarga, dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Yakni disiplin mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak aman dan mengurangi mobilitas.

Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, Asep Taufik Rohman ketika dikonfirmasi mengatakan, mengenai urusan teknis pembayaran tunggakan obat RSUD Linggarjati kepada sejumlah  perusahaan farmasi dilakukan oleh rumah sakitnya.

“Permasalahan teknis tersebut harus dengan RSUD Linggarjatinya,” ucapnya.(Yan)