Tunggu Hasil Evaluasi Satgas Covid-19, Pelantikan Kades Terpilih Berpotensi Diundur

25
Ist/KC ILUSTRASI-Suasana pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Majalengka pada 25 Mei 2021.*

MAJALENGKA, (KC Online).-

Pelaksanaan pelantikan 126 kepala desa (Kades) terpilih di Kabupaten Majalengka masih akan menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19. Sesuai amanat Menteri Dalam Negeri, pelantikan kemungkinan dilakukan secara virtual, mengingat penyebaran Covid-19 masih tinggi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Majalengka Hendra Krisniawan, Selasa (20/7/2021) mengungkapkan, semula Bupati Majalengka mengusulkan dilaksanakannya pelantikan kepada Menteri Dalam Negeri, pada Kamis (22/7/2021). Namun karena pertimbangan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali, maka kemungkinan diundur hingga adanya rekomendasi dari Satgas Covid-19.

Menurutnya, berdasarkan surat jawaban dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pelantikan kepala desa tersebut. Antara lain, Pemerintah Kabupaten agar memperhatikan grafik pengendalian penyebaran Covid-19, yang dikategorikan sudah mengalami penurunan dari sebelumnya.

Sehingga dengan memperhatikan rekomendasi tersebut, pihaknya kini masih mempertimbangkan pelaksanaan pelantikan dan akan meminta surat dari Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka terlebih dulu.

Pada poin kedua, Kemendagri  meminta agar pelantikan kades terpilih dilakukan secara daring/virtual dan para kepala desa terpilih yang akan dilantik, tidak diperbolehkan melakukan konvoi atau arak-arakan massa pendukung ketika meluapkan kegembiraan.

Kemudian dalam pelaksanaan pelantikan harus diawasi oleh Satgas Covid-19, untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai protokol kesehatan. Apabila terdapat kades yang melanggar semua ketentuan tersebut, maka bupati dapat menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Jadi memang benar pelaksanaan pelantikan  sudah ada izin, namun dengan sejumlah catatan terutama memperhatikan 4 hal tersebut. Pada 22 Juli 2021 kita akan lihat hasil evaluasi dari Satgas Covid-19 dan itu akan menjadi advice kepada bupati tentang waktu pelaksanaan pelantikan. Mudah-mudahan segera bisa diperoleh advice dari Satgas Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, mengenai kepala desa terpilih yang meninggal dunia di Desa Cengal, Kecamatan Maja, kata Hendra, maka sesuai aturan bupati akan mengangkat penjabat kepala desa hingga dilaksanakannya pemilihan kepala desa gelombang berikutnya.

“Jadi bagi kepala desa terpilih yang meninggal, tidak langsung mengangkat calon lain yang sama-sama mengikuti pemilihan sebelumnya. Karena UU tidak mengatur hal tersebut,“ ucapnya.

Kepala desa terpilih yang kini tengah menunggu pelantikan tersebut, merupakan hasil pemilihan kepala desa serentak di 127 desa, yang tersebar di 25 kecamatan pada 22 Mei 2021.(Tati)