Dana Penanganan Covid-19 Belum Seluruhnya Terserap

21
Yan/KC KEPALA Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan, Asep Taufik Rohman.*

KUNINGAN, (KC Online).-

Dana penanganan Covid-19 dari hasil refocusing anggaran seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan kecamatan di Kabupaten Kuningan baru terserap Rp 4 miliar. Karena sampai saat ini yang baru mengajukan adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk kebutuhan Crisis Center.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan, Asep Taufik Rohman mengungkapkan,  sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) dan Surat Edaran Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah, pemerintah daerah harus melakukan refocusing anggaran sebesar 8 persen dari dana alokasi umum (DAU) bukan gaji. Ditambah adanya surat dari Menteri Keuangan agar DAU Kabupaten Kuningan  harus dipotong Rp 36 miliar.

Kemudian setelah terkumpul  anggaran refocusing dari seluruh SKPD sebesar 35 persen dan anggaran kecamatan 25 persen sebesar Rp 92 miliar, dikurangi Rp 36 miliar atau tersisa sekitar Rp 56 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di berbagai sektor kehidupan.

Seperti untuk kebutuhan sosialiasi sampai ke tingkat kecamatan, kebutuhan operasional dan hal penting lainnya dalam wadah Crisis Center yang ditangani BPBD dialokasikan sebesar Rp 10 miliar,  penanganan perekonomian melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Perdagangan dan Perindustrian Rp 2,5 miliar.

Selanjutnya untuk membantu petani, termasuk pupuk yang dikelola Dinas Pertanian  dialokasikan Rp 2 miliar, bantuan air bersih bagi warga kurang mampu yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rp 2 miliar, untuk pelatihan warga yang ditangani Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dianggarkan Rp 1 miliar serta Dinas Perikanan dan Peternakan mengelola anggaran Rp 2 miliar.

Sedangkan anggaran yang dikelola Dinas Kesehatan mencapai Rp 23 miliar. Dialokasikan untuk vaksinasi selama enam bulan, insentif tenaga kesehatan (nakes) pukesmas serta pembentukan pusat isolasi Covid-19 di Balai Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Sementara itu, insentif nakes yang berada di bawah naungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)’45 Kuningan dialokasikan Rp 8,5 miliar dan RSUD Linggarjati Rp 4,6 miliar.

“Dari total anggaran Rp 10 miliar, BPBD telah mencairkan sebesar Rp 4 miliar. Sedangkan SKPD lainnya, belum ada yang mengajukan,” katanya.(Yan)