Disdik Dorong Sekolah “Perang Brand” pada PPDB Tingkat SMP, Hapus Imej Sekolah Favorit

4
KETUA Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB.* Ist/KC

CIREBON, (KC Online).-

DPRD dan Dinas Pendidikan  (Disdik) Kota Cirebon sepakat menghapus imej sekolah favorit pada momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan mulai dibuka pada 28 Juni mendatang.

Komisi III DPRD Kota Cirebon pun mendorong setiap sekolah memilik produk dan brand unggulan yang “ditawarkan” kepada calon peserta didik.

“Kami dorong setiap sekolah punya produk unggulan untuk menghapus imej sekolah favorit,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr. Tresnawaty, saat ditemui selepas rapat pembahasan pelaksanaan PPDB 2021 bersama Disdik Kota Cirebon di Gedung DPRD setempat, Jumat (11/6/2021).

Kepemilikan produk unggulan dapat menjadi pilihan bagi calon peserta didik untuk menyasar sekolah yang sesuai dengan minatnya.

Menurutnya, sejauh ini, Disdik telah mengupayakan penghapusan imej sekolah favorit melalui dorongan kepemilikan produk unggulan.

“Jadi, jangan sampai masih ada masyarakat yang beranggapan begitu. Kami harap Disdik bisa kendalikan itu dan meyakinkan masyarakat, semua sekolah sama bagus dan baiknya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya pula mengapresiasi kesiapan Disdik menghadapi PPDB SMP 2021. PPDB dipandang krusial sehingga Disdik dituntut untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. “Komisi III mengawasi Disdik (dalam hal PPDB) karena ini krusial,” tegasnya.

Kepala Disdik Kota Cirebon, Irawan Wahyono meyakinkan, tak ada lagi pendefinisian sekolah favorit. “Kami terus mendorong produk-produk unggulan di setiap sekolah. Ada yang mengembangkan sekolah tahfidz, perikanan dan pertanian, wirausaha, pengembangan olahraga, kesenian dan lain-lain,” ujarnya.

Pihaknya mempersilakan semua sekolah memiliki brand masing-masing. Disdik bahkan mendorong sekolah “perang brand” pada PPDB SMP tahun ini, baik antara sekolah negeri maupun swasta. “Silakan perang brand, jual keunggulan masing-masing,” pintanya kepada setiap sekolah.

Irawan pula mengacungkan jempol bagi sekolah swasta yang pula memiliki produk unggulan dan brand masing-masing. “Jadi antara swasta dan negeri ada persaingan brand,” ujarnya.

Dua tahap

Sementara itu, jelang pelaksanaan PPDB online 28 Juni mendatang, SMP Negeri 2 Kota Cirebon menyiapkan kuota calon siswa bagi orang tuanya yang perekonomiannya terdampak Covid-19 di masa pandemi saat ini.

Ketua PPDB SMP Negeri 2 Kota Cirebon, Winarni mengatakan, saat pelaksanaan PPDB online tingkat SMP yang akan dilakukan serentak pada 28 Juni 2021 mendatang akan terbagi menjadi dua tahap. “Tahap pertama 50 persen yang terbagi oleh jalur afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua, anak guru, terdampak bencana maupun keluarga yang terdampak Covid-19, bukan berarti terpapar Covid,” katanya.

Winarni menjelaskan, bagi anak yang yang memiliki orang tua yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19 seperti terkena PHK dalam pekerjaannya, maka dapat mendaftarkan anaknya pada tahap pertama dan itulah keluarga yang dinamakan terdampak Covid-19, namun tetap harus menyertakan bukti-buktinya.

“Untuk tahun ini justru di tingkat SMP tidak ada untuk anak tenaga kesehatan atau gugus Covid-19, saya juga mempertanyakan apakah ada untuk tenaga kesehatan (nakes). Rupanya anak nakes masih dianggap orang mampu, jadi lebih ke arah keluarga yang ekonominya terdampak Covid,” jelasnya.

Selain itu, bagi yang mendaftar jalur afirmasi yang tidak mampu juga harus menyertakan KIS atau KIP karena surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT/RW saat ini sudah tidak terpakai. Di tahun ini juga, ada kuota bagi anak yang berkebutuhan khusus seperti anak penderita disleksia atau anak yang memiliki gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis atau mengeja.

“Kita tidak boleh mendiskriminasi, kalau yang mendaftar kita tampung termasuk masyarakat dari kabupaten, tapi kan kebijakan ada di sekolah,” ujar Winarni.

Winarni menambahkan, SMPN 2 Kota Cirebon sendiri hanya akan menampung 7 rombel. Dikarenakan sekolah ini disesuaikan dengan kapasitasnya.(Fanny)