Cegah Klaster Hajatan, Aparat Desa Bagi-bagi Masker ke Undangan

4
ILUSTRASI pembagian masker.* Dok/KC

CIREBON, (KC Online).-

Pemerintah Desa Damarguna Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon membagikan masker pada tuan hajat untuk dibagikan ke undangan yang menghadiri hajatan. Pembagian masker tersebut sebagai upaya agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) sehingga terhindar dari penyebaran Covid-19.

Kuwu Desa Damarguna, Wawan Karnawan mengatakan, berbagai upaya dilakukan pihak desa untuk pencegahan Covid-19 di masyarakat, salah satunya dengan memberikan masker pada tuan rumah untuk dibagikan pada tamu undangan. “Tentunya hajatan yang digelar tersebut tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” katanya, Jumat (11/6/2021).

Pria yang biasa dipanggil Wawan ini menjelaskan, penerapan prokes dalam berbagai kegiatan sangat diperlukan, guna meminimalisasi penyebaran Covid-19. Bahkan saat ujian Sekolah Dasar, tak hanya masker yang dibagikan, namun handsanitizer. “Tak hanya masyarakat umum yang diberikan masker, tetapi anak Sekolah Dasar dan tempat-tempat hajatan juga dibagikan,” jelasnya.

Dikatakan Wawan, pencegahan dan penanganan Covid-19 menjadi tanggung jawab seluruh pihak, tak terkecuali individu masing-masing. Sehingga diperlukan kesadaran dalam melaksanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi kegiatan di luar rumah guna mencegah terpapar Covid 19. “Meski sudah divaksin tetap terapkan prokes, guna terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk hidup bersih guna mencegah berbagai penyakit. “Tak hanya Covid 19 yang harus dicegah, namun demam berdarah dan penyakit lainnya perlu diwaspadai,” imbuh Wawan.

Sementara itu, maraknya hajatan di berbagai tempat berpotensi menimbulkan kluster baru Covid-19. Apalagi jika dalam hajatan tersebut mengabaikan protokol kesehatan (prokes). Bila tidak diwaspadai bisa memicu klaster baru.

“Protokol kesehatan  harus diterapkan saat hajatan dan keseharian guna mencegah penyebaran Covid 19,” demikian dikatakan Kepala Puskesmas Pangenan Kabupaten Cirebon, Yati.

Yati menjelaskan, hajatan yang marak sekarang ini kemungkinan besar dapat menambah kasus Covid-19, sehingga diperlukan esktra ketat prokes dalam acara tersebut.

“Pasca Idulfitri tak ada kasus yang signifikan. Namun yang dikhawatirkan kasus bertambah saat musim hajatan. Minimalisasi kerumunan dengan membatasi tamu undangan dan tuan hajat wajib menyediakan tempat cuci tangan serta masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Yati, Covid-19 berdampak hampir seluruh sektor, tak terkecuali masyarakat desa sehingga perlu adanya kesadaran masyarakat itu sendiri untuk mencegah Covid-19. “Covid 19 masih ada, prokes harus tetap diterapkan. Salah satunya saat hajatan, agar dapat minimalisasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan 5M yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi kegiatan di luar rumah. Tak terkecuali, yang sudah divaksin.

“Vaksinasi hanya upaya pencegahan, jadi sudah semestinya prokes dilaksanakan dalam keseharian. Jika tidak ada keperluan yang sangat penting, lebih baik di rumah saja, lebih aman” imbaunya.(Taufik/Supra)