Konsekuensi sebagai Wabup, di Medsos Kerap Terima Hujatan

5
Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih. Iwan/KC

CIREBON, (KC Online).-

Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih mengaku sering kali menerima keluhan masyarakat di media sosial (medsos) di akun pribadinya berupa Instagram maupun yang lainnya. Ia pun langsung merespon keluhan tersebut dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

Seperti diketahui, dengan hadirnya medsos sekarang ini, sudah tidak ada batasan lagi antara pejabat dan rakyatnya. Keluh kesah apa pun, bisa disampaikan masyarakat kapan saja. Tanpa mengenal waktu dan tempat. Termasuk hujatan dan pujian. Semua tumpah ruah.

Selain itu, banyak di antara para pejabat publik aktif menggunakan medsos. Tak hanya sebatas mempublikasikan kegiatan kedinasannya, namun juga kegiatan pribadinya. Tak jarang, mereka saling berbalas komentar dengan netizen. Untuk sekadar menyapa maupun menjawab keluhan di layanan komentar.

Begitu juga yang dilakukan Wabup Wahyu Tjiptaningsih. Ia kini aktif menggunakan medsos melalui akun pribadinya. Bahkan, di akun Instagramnya, perempuan yang akrab disapa Bunda Ayu ini kerap membagikan kegiatannya.

Bunda Ayu mengaku sejak memiliki akun Instagram, kerap mendapat direct message (DM). Isinya, keluhan dari warganya, meminta agar diperhatikan. Ada juga yang langsung jaringan atau jalur pribadi (japri) ke nomor pribadinya.

“HP saya aktif 24 jam. Bagi yang tahu nomor saya, banyak yang langsung japri. Ada juga yang nge-DM di Instagram. Mereka sering mengeluh meminta diperhatikan. Kadang ada juga yang meminta dibantu untuk memproses kartu BPJS. Karena mendesak,” kata Ayu, usai menyalurkan bantuan kursi roda dan sembako ke warganya yang sakit menahun hingga tak bisa jalan, belum lama ini.

Ia mengaku tidak pernah mempersoalkannya. Karena sudah menjadi tanggungjawabnya selaku pejabat publik. Terlebih saat ini, di samping sebagai Wabup, juga telah didaulat sebagai Ketua Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis).

“Semua kita inventarisasi. Apa persoalannya, kita akan langsung tindaklanjuti berkoordinasi dengan dinas terkait. Kalau memang urgent, harus segera dieksekusi, ya kita langsung eksekusi. Seperti yang sekarang ini,” akunya.

Ayu pun mempersilakan kepada siapa pun warga Kabupaten Cirebon manakala membutuhkan bantuan pemda bisa mengajukan ke dinas terkait. Ditempuh prosesnya, sesuai aturan. “Silakan, mangga diajukan saja. Nanti bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Ayu mengaku, banyak di antaranya yang mengeluhkan soal infrastruktur jalan. Kemudian, berkaitan dengan permasalahan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia bersama timnya, tidak meninggalkan keluhan-keluhan tersebut begitu saja.

“Kalau memang persoalan sangat mendesak dan masih terbentur dengan teknis mekanisme di dinas, ya sudah saya eksekusi sendiri. Mumpung lagi diberi amanah,” katanya.

Karena, kata Bunda Ayu, jabatan itu waktunya terbatas. Hanya 5 sampai 10 tahun. Momentum ini akan digunakan sebaik mungkin, untuk memperbanyak tabungan akhirat. “Tekad saya, ketika kita diberi jabatan, melalui kebijakan, saya bisa memberikan lebih bagi Kabupaten Cirebon,” sebutnya.(Ismail)