Tujuh Pemudik Reaktif Covid-19 Diminta Kembali ke Tempat Asal

22

SUMBER, (KC Online).- Petugas Kesehatan yang tergabung dalam satuan  pengamanan larangan mudik lebaran melakukan pemeriksaan rapid tes antigen kepada ratusan pengendara yang melintas di wilayah Kabupaten Cirebon. Mereka diduga kuat pengendara yang hendak melakukan mudik dari kota tujuan ke daerah asal yang bersangkutan guna mencuri kesempatan lebaran di kampung halaman.

Dari hasil pemeriksaan, petugas di Dinas Kesehatan mencatat ada sebanyak 736 orang diperiksa dan terdapat tujuh orang di antaranya hasilnya reaktif Covid-19. “Periksaan dilakukan sejak awal adanya pelarangan mudik bagi setiap pengendara yang melintas dan kedapatan tidak membawa surat bebas Covid-19. Yang positif kami berikan pengarahan sesuai SOP dan disuruh kembali ke tempat asal dan menjalankan prokes,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni,  Minggu (16/5/2021).

Enny menyebutkan, kendati sudah ada larangan mudik lebaran tahun ini, namun Dinas Kesehatan tetap menyiagakan para Nakes dan mendirikan puluhan Posko Kesehatan di sepanjang jalur di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Puluhan Posko Kesehatan tersebut disiagakan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas masyarakat yang nekat melakukan perjalanan ke kampung halaman masing-masing,” katanya.

Enny mengatakan, pada arus mudik dan balik ini petugas pun  telah menangani sedikitnya 15 korban kecelakaan lalu lintas. Menurut Enny, dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang mengalami luka ringan dan dua orang luka berat. “Ada dua orang yang mengalami luka berat dan dirujuk ke rumah sakit. Yang luka ringan ada 13 orang,” ujar Enny.

Selain menangani korban kecelakaan lalu lintas, kata Enny, para Nakes juga melakukan pemeriksaan rapid tes antigen kepada para pelaku perjalanan atau pemudik yang kembali ke Jakarta, bersama tim gabungan di pos-pos penyekatan.

Hasilnya, sebanyak 736 orang dinyatakan non reaktif dan tujuh orang lainnya dinyatakan reaktif. “736 dinyatakan non reaktif sedangkan tujuh orang lainnya reaktif. Untuk yang reaktif ini dilakukan putar balik,” kata Enny.

Dari jumlah kasus reaktit tersebut, kata Enny, jika dipersentasekan maka angkanya hanya mencapai 0,94 persen. Meski demikian, angka 0,94 sendiri belum dapat diartikan bahwa proses perjalanan mudik bisa dibilang aman. Pasalnya, banyak variabel yang harus masuk dalam penilaian untuk sampai pada kesimpulan tersebut.  “Memang angka 0.94% sendiri belum dapat diartikan proses mudik yang aman,” kata Enny.

Namun, lanjut Enny, yang paling penting dalam proses tersebut adalah skrining yang sudah dilakukan Pemkab Cirebon. Karena skrining merupakan upaya Pemkab Cirebon dalam melindungi dan melayani warganya, baik yang menetap, datang ataupun yang melakukan perjalanan.  “Poinnya, untuk memastikan yang lewat atau datang adalah yang aman. Dan kita juga sudah melakukan pemeriksaan suhu kepada 3.043 orang,” ungkapnya. (Mamat)