Pembudidaya Bunga Kingkong Raup Untung Besar pada Lebaran

25
Tati/KC KARSIH (56 tahun) warga Blok Sukamulya, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan/Kabupaten Majalengka menunjukan bunga kingkong yang dipenennya dari depan rumah untuk memenuhi pesanan pelanggannya, Minggu (16/5/2021).*

MAJALENGKA, (KC Online).-

Setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, warga Blok Sukamulya, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka melakukan panen raya bunga kingkong, hingga mampu meraup keuntungan mencapai puluhan juta rupiah.

Bunga kingkong adalah tanaman hias yang umurnya pendek atau dikenal bunga semusim. Setelah dipetik bunganya mudah layu atau membusuk. Karena paling lama hanya bertahan dua atau tiga hari jika tidak di simpan di lemari pendingin.

Namun bunga ini ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi. Sehingga Setiap menjelang Ramadan, petani di sana  beralih bercocok tanam, dari padi atau palawija ke tanaman bunga kingkong, karena dianggap lebih menguntungkan. Bahkan satu petani bisa memanen bunga hingga 4 kwintal bunga kingkong dengan harga mencapai Rp 40.000-50.000 per kg.

Pasarnyapun mudah bisa di jual kepada penampung atau dijual sendiri ke pasar tradisional. Dijual eceran dikemas menggunakan pastik atau dipincuk menggunakan daun pisang. Harga satu ons bunga ini jika di ecer bisa Rp 10.000.

Menurut Imik, warga Blok Sukamulya yang pertama kali  menanam bunga kingkong, awalnya dia mengaku tertarik dengan aparat kelurahan di Kelurahan Babakanjawa, Radi, yang setiap tahun menanam bunga kingkong dan meraup keuntungan yang cukup besar karena harga bunga yang lumayan mahal.

“Awalnya lihat Pa RT Radi nanam kingkong. Saya tertarik karena lahan sedikit tapi untung lumayan,” katanya.

Kemudian sekitar 13 tahun lalu, dia mencoba menanam di lahan tegalan yang masih cukup air, hingga bunganya mekar cukup bagus dengan dahan yang banyak. Dari lahan 10 m X 20 meteran, diperoleh hasil lebih dari 1 kwintal bunga.

“Ketika itu harganya Rp 20.000 per  kg, “ ujarnya.

Karena melihat harga yang lumayan mahal, akhirnya banyak warga yang juga ikut membudidayakan bunga kingkong. Bahkan lebih dari setengah kepala keluarga (KK) di kampung tersebut atau sekitar 170 KK setiap menjelang bulan puasa menanam bunga kingkong.

Ia mengungkapkan, warga mulai menanam bunga kurang lebih 2,5 bulan sebelum Lebaran. Karena tanaman hingga bisa dipanen butuh waktu lebih dari dua hingga tiga bulan  jika ditanam biji.

Dikemukakan Karsih,  yang menanam bunga kingkong hingga 125 bata di sawah depan rumahnya,  biasanya diperoleh hasil mencapai 5 kwintal bunga ketika menjelang Lebaran. Kini karena kondisi tanaman kurang bagus hanya diperoleh kurang lebih 3  kwintal. Sehingga dengan hasil panen yang minim akibat pengaruh cuaca, tahun ini  harganya termasuk paling tinggi.

 “Saya punya pelanggan di Kadipaten dan Cirebon, bunga diambil ke rumah oleh mereka. Hanya kalau hari biasa harganya lebih murah, paling hanya Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kg,” katanya.

Menurut para petani, harga bunga mulai melonjak dua hari menjelang hingga dua hari setelah Lebaran. Setelah itu harga bunga kembali normal. Makanya bertani bunga kingkong harus sangat tepat, minimalnya sudah mulai menanam di pertengahan bulan Rajab.

Kemudian pemeliharaan bunga inipun cukup mudah, dengan hanya butuh disiram dan dipupuk 3 kali.  Diawali pemupukan di usia tanam 10 hari menggunakan urea. Lalu pada pemupukan kedua setelah satu bulan menggunakan urena dicampir ponska dan terakhir menjelang berbunga.(Tati)