Harga Daging Sapi dan Ayam Masih Tinggi

28
Tati/KC HARGA daging ayam usai Lebaran masih tetap tinggi, mencapai Rp 50.000 per kg.*

MAJALENGKA, (KC Online).-

Suasana di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten  Majalengka hingga H+3 Hari Raya Idulfitri masih belum normal. Bahkan harga sejumlah komoditas juga masih tinggi, sama dengan mengikuti harga menjelang Lebaran.

Pada Minggu (16/5/2021) harga sejumlah komoditas pangan, terutama daging sapi, kambing dan ayam masih tetap tinggi. Yakni harga daging ayam broiler masih mencapai Rp 50.000 per kg dan ayam kampung Rp 110.000 per kg. Kemudian harga daging sapi masih bertahan di Rp 160.000 per kg dan daging kambing mencapai Rp 180.000 per kg.

Menurut sejumlah pedagang, masih mahalnya harga daging dipicu pasokan yang terbatas dan jumlah pedagang juga masih sedikit. Pedagang daging ayam dan sapi baru beberapa orang yang berjualan, sehingga sebagian besar kios nampak masih tutup.

Mimin seorang pedagang daging ayam yang sudah berjualan di hari kedua mengatakan, pasokan ayam masih terbatas serta harga pembelian masih cukup mahal. Akibatnya harga ke tingkat konsumenpun mengikuti harga pembelian.

“Saya berjualan lebih awal karena banyak pesanan barang dari pemilik rumah makan serta sejumlah ibu rumah tangga yang menjadi langganannya. Namun stok barang tidak bisa memenuhi kebutuhan pesanan,” katanya.

Yayah pedagang daging ayam lainnya mengungkapkan, harga diperkirakan baru turun kembali pada Senin (17/5/2021), namun belum bisa normal seperti biasanya. Yakni  masih berada dikisaran Rp 40.000 per kg.

Berbeda dengan Ika, seorang pedagang daging ayam, yang hingga H+3 Lebaran belum memulai berjualan. Karena  khawatir  konsumen kurang, sehingga barang tidak terjual. Dia baru akan memulai berjualan setelah suasana mulai pulih.

“Jualan daging ayam khawatir konsumen masih bosan dengan daging, karena saat lebaran serba daging dan biasanya hingga H+2 kakaren Lebaran masih ada,” katanya.

Untuk daging, disampaikan Dadang salah seorang pedagang, tingginya harga daging kambing, akibat pasokan yang terbatas. Selama ini pasokan lebih banyak daging sapi dibanding daging kambing karena daging sapi mudah diperoleh dari berbagai daerah.

“Kalau daging sapi banyak, pesan ke Bandung, Jawa Timur  atau Cirebon juga mudah, dari Jawa Timur juga gampang. Kalau daging kambing mah sulit dapat kambingnya makanya harga lebih mahal,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah kios sayuran dan buah mulai buka meskipun belum normal. Beberapa kios sayuran ditunggui anaknya atau keluarganya yang tidak biasa berjualan.(Tati)