Indeks Pendidikan Rendah, Sinyal Kadisdik Bakal Diganti

25
Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih. Iwan/KC

CIREBON, (KC Online).-

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih menilai, rendahnya kualifikasi Indeks Pendidikan Kabupaten Cirebon, tidak lepas dari kondisi pandemi Covid-19.

“Situasinya berbeda. Banyak faktor memang. Salah satunya termasuk pandemi Covid-19,” kata perempuan yang akrab disapa Ayu, belum lama ini.

Pihaknya kini sedang mencari orang terbaik, yang bisa ditempatkan di Disdik Kabupaten Cirebon. Targetnya, bukan hanya untuk meningkatkan Indeks Pendidikan, termasuk di dalamnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) harus meningkat.

“Harus ada komitmen, ketika ditaruh di sana, harus bisa meningkatkan IPM. Kalau sekarang ada di urutan ke 25, ya harus bisa mengubah,” katanya.

IPM itu kata Ayu, unsurnya tidak hanya dari pendidikan saja. Ada kesehatan dan ekonomi. Tapi dilihat dari sisi ketahanan pangan, produktivitas pertanian belakangan ini meningkat. Hanya dari unsur  pendidikan memang menjadi perhatian.

“Kita ingin meningkatkan SDM-nya. Orang yang akan kita tempatkan harus benar-benar mempunyai visi misi ke depan yang membangun pendidikan lebih baik. Lebih maksimal lagi,” kata Ayu.

Targetnya, lanjut dia, selama sisa masa jabatan, minimal bisa di angka urutan ke 19. “Kalau sekarang ada diposisi ke 25 kan, lumayan berat juga. Karena untuk naik 1 tingkat saja, berat banget,” jelasnya.

Kendati demikian, bukan tidak mungkin bisa mengubah status. “Butuh semangat dan tekad kuat dari leading sektornya. Karena IPM unsurnya tidak hanya dari Disdik saja, tapi juga ada Dinkes, serta instansi lain, butuh kerja sama yang solid,” ujarnya.

Menurut Ayu, kondisi pandemi saat ini pihaknya membutuhkan dorongan. “Kita (Bupati dan Wabup, Red) mempunyai rencana untuk membikin tim percepatan. Nanti mereka bertanggung jawab untuk membantu kita memberikan saran dan masukan untuk percepatan pembangunan,” tegas Ayu.

Dipastikan, tim percepatan nanti orang-orang pilihan yang ahli di bidangnya. Sehingga bisa membantu bupati ketika tim ini sudah terbentuk.

“Kita akan lakukan percepatan. Kita targetkan setiap dinas. Nanti mereka ekspos. Program satu tahunnya apa saja. Mereka harus mempertanggungjawabkan. Capaiannya apa saja. Nanti kita dorong seperti itu. Apa saja target-target atau program-program yang belum, sedang yang akan dikerjakan. Nanti ini akan jadi bahan evaluasi. Hasil ini lah yang nantinya bahan evaluasi peningkatan kinerja dinas-dinas,” tambahnya.(Ismail)