DLH Bersinergi dengan Desa, Sukseskan Program Pepeling dan Bank Sampah

24
Emsul/KC KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan beserta jajarannya dalam kegiatan "ngawangkong" bersama warga Desa Rajawetan Kecamatan Pancalang, sebagai upaya mendukung Kuningan lestari dengan kebun Pepeling dan bank sampah, Sabtu (8/5/2021) malam.*

KUNINGAN, (KC Online).-

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan berupaya merangkul pemerintah desa, untuk menyukseskan program pengantin peduli lingkungan (Pepeling) dan bank sampah.

Program ini salah satunya disosialisasikan melalui acara “ngawangkong” bertajuk “Mendukung Kuningan Lestari dengan Kebun Pepeling dan Bank Sampah”, di Desa Rajawetan Kecamatan Pancalang, Sabtu (8/5/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan mengungkapkan, acara “ngawangkong” ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan  selama Ramadan dan hanya bersifat temporer. Kegiatan yang dilaksanakan setelah berbuka puasa ini membicarakan program yang akan dilaksanakan di masa mendatang serta sharing dengan pemerintah desa setempat.

“Kita menyampaikan kepada kepala desa, ada program pengantin peduli lingkungan (Pepeling) dan bank sampah, sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Kuningan tentang Pembentukan Sekolah Adiwiyata dan Bank Sampah Desa/Kelurahan. Kita merencanakan realisasi kegiatan itu melalui sosialisasi setelah Lebaran,” katanya.

Ia mengemukakan,  program Pepeling itu harus koordinasikan  dengan pihak desa, karena berkaitan dengan lahan yang harus disediakan untuk ditanami pohon dari para pengantin. Mengingat selama ini para penganti kesulitan dengan ketersediaan lahan. Karena DLH tidak memiliki lahan untuk itu.

“Dalam hal ini, desa membuat surat keterangan yang diketahui pihak kecamatan, bahwa lahannya ada yang diperuntukan kebun Pepeling,” katanya.

Menurutnya, program Pepeling itu sederhana. Jika ada lahan satu hektare saja yang disiapkan pihak kecamatan melalui desa itu sudah cukup. Lahan itu nantinya akan ditanami pohon sejenis, seperti mangga, alpukat atau duren sesuai unsur hara tanah yang ada di sana.

Wawan mengungkapkan, setiap calon pengantin untuk satu tahun harus memberikan pohon yang sama. Sehingga akan menjadi ciri khas kecamatan atau desa setempat. Misalnya Kecamatan Pancalang cocok dengan mangga, maka yang ditanami mangga semua. Kemudian apabila di Kecamatan Cidahu cocoknya alpukat, maka daerah itu akan diarahkan menanam alpukat.

Kepala Desa Raja Wetan Dedi M. Ruslan menyambut baik program tersebut dan mendukung upaya realisasi program Dinas Lingkungan Hidup. Bahkan pihaknya sudah menyiapkan lahan bengkok seluas satu hektare lebih, untuk dijadikan kebun Pepeling dan tempat pengolahan sampah berbasis bank sampah.

Pada kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan (prokes) ini, selain dihadiri kepala Dinas Lingkungan Hidup, juga Kabid Pengelolaan Persampahan, Beni, Kepala Bidang TKL,  Muhamad Sopyan Pamungkas,  Direktur Pemasaran Bank Kuningan Arif Komara,  aparatur desa dan sejumlah warga.(Emsul)