Usai Menerobos Penjagaan Polisi, AS Ngoceh di Facebook

19
PETUGAS Kesehatan tengah mendata dan akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap AS (24) tersangka pengunggah hinaan terhadap kepolisian yang melakukan penyekatan kepada pemudik, Minggu (9/5/20201) malam. Tersangka merupakan warga Blok Selasa, Desa Loji Kobong Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.* Tati/KC

MAJALENGKA, (KC Online).-

AS (24 tahun) warga Blok Selasa, Desa Loji Kobong  Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang selama ini bekerja di Cikarang sebagai buruh pabrik, nekat pulang kampung menerobos tim gabungan yang melakukan penyekatan di perjalanan menuju pulang.

Karena kecewa dengan sikap kepolisian yang melakukan penjagaan ketat hingga dirinya nyaris tak bisa pulang kampung jika tanpa nekat menerobos, dia kemudian memposting kekesalannya di akun Facebook miliknya dengan mencaci maki dan menghina aparat kepolisian sambil memfosting foto Markas Polres Majalengka dengan sejumlah anggota yang tengah upacara, pada Minggu (10/5/2021).

Atas kejadian tersebut Satuan Reskrim Polres Majalengka segera mengamankan AS di rumahnya pada Minggu malam untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait hinaan dan pelecehannya di media sosial, serta memeriksa kondisi kesehatannya dengan rapid antigen dan PCR yang ternyata diketahui positif Covid-19.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Majalengka Ajun Komisaris Polisi Siswo DC Tarigan, Senin (10/5/2021), AS diamankan setelah tim kepolisian mengetahui  yang bersangkutan memposting narasi yang menghina Polri, serta provokatif, dan mengungkapkan kekecewaanya karena terhadang penyekatan tim kepolisian ketika pulang kampung dari Cikarang.

“Begtu mengetahui ada postingan tersebut, kami segera menelusuri keberadaanya dan diketahui yang bersangkutan berasal dari Kecamatan Sumberjaya. Malam itu juga kami segera mengamankan AS di rumahnya,  dengan memabwanya ke Mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkap Siswo.

Dari kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa beberapa screenshot postingan penghinaan, serta  1 unit handphone milik terlapor.

Saat dimintai keterangan penyidik,  AS mengaku menyesal dan segera menghapus postingannya tersebut. Serta menyampaikan permohonan maaf kepada kepolisian atas kealfaanya tersebut.

Sedianya malam itu pula yang bersangkutan akan dipulangkan, namun sebelum pulang dia diperiksa terlebih dulu kondisi kesehatannya dan dilakukan rafid antigen oleh tim Satgas Covid-19 Majalengka. Hasilnya ternyata positif dan dia pun kemudian di tes PCR hasilnya positif juga.

“Yang bersangkutan bersama keluarganya kini menjalani karantina mencegah terjadinya penularan kepada masyarakat lainnya,” ungap Siswo.

Kasus nekat pulang menurut Siswo, harus segera dicegah, menjaga kemungkinan kasus serupa terjadi di tempat lain. Dan penularan Covid bisa tak terbendung, karena bagi OTG bisa tampak sehat kemudian bepergian dan melakukan kontak erat dengan orang lain.

“Penularan seperti inilah yang tidak akan disadari oleh siapa pun. Makanya kewaspadaan harus angat dilakukan, jangan merasa diri sehat kemudian melakukan kontak erat dengan orang lain dan orang lain yang menderita,” tambah Siswo.(Tati)