Moh. Nuh: Pemberitaan Covid-19 Harus Menumbuhkan Kesadaran Publik

22
TANGKAPAN layar Youtube. ketua Dewan Pers, Mohammad NUH saat menjadi narasumber pada acara Briefing Peserta FJPP Angkatan 3/2021.* Taufik/KC

CIREBON, (KC Online).-

Urusan Covid-19 belum selesai. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pers Moh. Nuh dalam Briefing Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) Angkatan ke-3 Kerja Sama  Satgas Penanganan Covid-19 dan Dewan Pers, melalui webinar, Senin (10/5/2021) siang.

“Apalagi sekarang kasusnya belum melandai. Ini memberi tantangan yang luar biasa bagi kawan-kawan jurnalistik karena tugasnya belum selesai,” tambah Moh. Nuh.

Mengapa belum selesai? Lanjut dia, karena pemberitaan harus masuk pada wilayah penyadaran kepada masyarakat. “Mereka mau menghindari kerumunan, memakai masker namun belum sampai pada penyadaran. Jadi masyarakat harus diberi knowledge (pengetahun, Red),” kata dia.

Menrutnya, dengan kombinasi penulisan antara pengetahuan dan kesadaran mengenai Covid-19 diharapkan dapat memberi dampak kepada orang lain.

“Kita tidak boleh berhenti belajar. Dalam kegiatan ini (FJJP) harus ada yang bisa diambil. Kawan-kawan yang masuk dalam program FJJP harus mendapat pembelajaran dan menjadi pembelajar sejati. Kemarin sudah kita lakukan dan apa yang terjadi kemarin harus menjadi pembelajaran,” ungkap Moh. Nuh.

Dengan demikian, terang Moh. Nuh, pemberitaan soal Covid-19 bukan hanya untuk diketahui masyarakat tetapi harus menumbuhkan kesadaran publik sehingga perilakunya bisa berubah dalam memandang Covid-19 ini.

“Kalian semua adalah pejuang sesuai dengan fungsi masing-masing untuk meyelamatkan saudara-saudara kita dari wabah Covid-19 dan dampak turunannya, seperti dampak ekonomi, social, pendidikan dan lainnya,” tambah dia.

Dalam webinar ini, selain Moh. Nuh, sejumlah narasumber hadir, di antaranya Ketua Satgas Covid-19 Doni Munardo dan Dewi Nur Aisyah.(Taufik)