Jelang Idulfitri, Kasus Covid-19 Harus Ditekan

23
Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih. Iwan/KC

CIREBON, (KC Online).-

Pemerintah Kabupaten Cirebon, terus mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan kasus Covid-19 menjelang di Idulfitri. Sebab mobilitas masyarakat menjelang libur Lebaran sangat tinggi.

Meskipun Pemerintah sudah menerapkan larangan mudik tahun ini. Namun, banyak juga yang melanggar. Hal itu perlu ditekan untuk menghindari menjamurnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

“Harus ditekan, jangan sampai naik. Pemerintah Kabupaten Cirebon pun terus melakukan berkoordinasi. Khususnya dengan tim Satgas Covid-19 di lapangan,” kata Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, kemarin.

Ia menjelaskan, penerapan protokol kesehatan (prokes) perlu ditegakkan. Ketika diperlukan, lakukan penertiban bagi pelanggar prokes. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat mematuhi instruksi Pemerintah. Tidak lagi berkerumun dan memakai masker ketika berpergian.

“Karena itu cukup efektif, menghindari lonjakan kasus Covid-19. Ini benar-benar perlu diperhatikan. Kebiasaan masyarakat kita menjelang Lebaran senang belanja. Prokes harus diterapkan,” katanya.

Sementara itu, sedikitnya 37 ribu kendaraan telah diputarbalikkan selama larangan mudik Idulfitri 2021 yang digagas Pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jumlah tersebut didapat sejak Kamis 6 Mei 2021 lalu hingga data terakhir didapat. Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, meski dilarang masih saja banyak warga yang memaksakan diri untuk melakukan mudik.

“Jadi di masa jelang Idulfitri ini selain mengamankan kelancaran lalu lintas, kami juga menjaga masyarakat dengan penyekatan,” katanya saat mengunjungi Tol Cikopo di Purwakarta beberapa hari lalu.

Menurut Gatot, untuk wilayah Polda Jabar, terdapat 37 ribu kendaraan yaang diputarbalikkan oleh jajaran Polda Jabar. Mereka yang diputarbalikkan ini dikarenakan tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan tidak membawa hasil PCR ataupun rapid tes antigen.

“Secara garis besar Operasi Ketupat Lodaya 2021 ini berjalan lancar. Ini dikarenakan pada saat pelaksanan tidak terdapat hal yang menonjol semisal kecelakaan maupun kejahatan selama prosesi penyekatan tersebut berlangsung,” katanya.

Kelancaran tersebut lanjut Gatot adalah buah dari kerja keras anggota di lapangan yang telah bekerja semaksimal mungkin. Diharapkan kelancaran ini, kata dia, akan berlanjut hingga usainya Operasi Ketupat Lodaya 2021 pada pertengahan Mei 2021 mendatang.

Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri pun menambahkan, kelancaran tersebut juga dibantu dengan terobosan baru dari Ditlantas Polda Jabar. Seperti diketahui lanjut Dofiri Ditlantas memiliki aplikasi baru yang disebut aplikasi Cakra.

“Aplikasi ini amat memudahkan anggota lantas di lapangan dalam membuat laporan. Selain itu kehadiran anggota akan langsung termonitor oleh server utama di Ditlantas Polda Jabar,” ucapnya.

Oleh karena itu Dofiri pun berharap anggota Polri, TNI, Dishub dan Satpol PP agar melaksanakan penyekatan dengan SOP yang telah berlaku. “Jika terdapat pengendara yang melakukan mudik, jangan segan untuk memeriksa surat-surat yang ada. Baik itu SIKM maupun rapid tes, serta segera menindak untuk diputarbalikkan,” katanya.(Taufik/Ismail/PRMN/KC)