Pemudik di Luar Ciayumajakuning Alamai Peningkatan

21
SEJUMLAH pengendara yang bernomor polisi diluar Ciayumajakuning masih terlihat memadati jalur dari arah Palimanan menuju Kota Cirebon atau Jawa Tengah, Minggu (9/5/2021). Petugas yang jeli langsung menghentikan dan memeriksa pengendara di jalur Check Point Ramayana Plered, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.* Jaka/KC

CIREBON, (KC Online).-

Kenaikan pemudik terlihat dari meningkatnya pengendara bernomor polisi (nopol) di luar Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning) yang dites rapid antigen di pos kesehatan saat diberhentikan atau diperiksa oleh petugas kepolisian saat melewati pos check point Ramayana Plered, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan  pantauan KC, Minggu (9/5/2021)  sore di lokasi tersebut, hingga pukul 17.00 WIB masih terlihat kepadatan arus kendaraan dari arah Palimanan menuju Kota Cirebon ataupun Jawa Tengah. Sejumlah petugas masih terus melakukan pemeriksaan pengendara yang menggunakan kendaraan bernomor polisi di luar Ciayumajakuning.

Mereka yang menggunakan plat di luar Ciayumajakuning yang melaju dari arah Palimanan melewati jalur check point Ramayana Plered diperiksa petugas.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi melalukan pengecekan dan pemeriksaan kegiatan penyekatan di Pos U-turn Patrol di jalur Pantura Kabupaten Indramayu, Minggu (9/5/2021).

Kedatangan Dirlantas Polda Jabar disambut Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Bambang Sumitro dan Kanit Regident Ipda Praja. Tampak ikut menyambut Kapolsek Patrol Kompol Rukman.

Kunjungan Dirlantas Polda Jabar ingin memastikan kegiatan penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 dan pelaksaan Operasi Ketupat Lodaya 2021 berjalan dengan baik dan lancar.

Ia memberikan arahan kepada jajaran Polres Indramayu agar tetap melakukan pengawasan ketat terhadap kendaraan yang melintas baik roda dua maupun roda empat.

Perketatan pengawasan, Kombes Eddy, meliputi pemeriksaan terhadap kendaraan, identitas pengemudi dan penumpang. Pemeriksaan surat kendaraan dan hasil tes rapir antigen.

Kegiatan lain yang dipantau Dirlantas Polda Jabar yakni penempelan stiker penanda bagi kendaraan yang diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan kendaraan yang dipaksa putar balik.

“Semua harus melaksanakan kegiatan (penyekatan larangan mudik) ini dengan baik. Ini salah satu upaya kita menekan persebaran Covid-19. Jangan sampai, sesuai arahan Presiden, pasca Lebaran justru Covid-19 meluas,” tandas Kombes Eddy.

Selain mengecek kegiatan penyekatan secara langsung, Dirlantas Polda Jabar juga memeriksa seluruh infrastuktur pendukung kegiatan. Pemeriksaan dimulai dari keberadaan pos-pos pengamanan, kelengkapan rambu dan lain-lain.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Lantas AKP Bambang Sumitro menjelaskan, penyekatan kendaraan pemudik di wilayah Indramayu sudah diberlakukan sejak 6 Mei 2021 tepat pukul 24.00 WIB.

“Sesuai arahan pimpinan, kita akan melakukan pemantauan selama dua puluh empat jam penuh. Jaga bergiliran, makanya sudah banyak kendaraan yang kami minta putar balik,” tukas Hafidh.

Sekadar informasi Polres Indramayu mengerahkan sebanyak 1.148 petugas gabungan untuk menghalau pemudik yang membandel mulai 6-17 Mei 2021. Mereka akan menempati seluruh check point dan pos pengamanan di seluruh wilayah setempat.

Personel gabungan itu terdiri dari Polisi,TNI, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, petugas medis dan komunitas radio amatir. Ada pula unsur pelajar (Pramuka), BPBD dan Jasa Raharja.

Polres Indramayu menyiapkan check point penyekatan jalan di sejumlah titik. Titik-titik itu antara lain di Gerbang Tol Cikedung, Bundaran Pantura Patrol, Desa Gadel Tukdana, Perbatasan Cibogo Gantar, Simpang Tiga Cikawung Cikedung, Bundaran Cadangpinggan dan Krangkeng Perbatasan Cirebon.(Jaka/CirebonRaya.com/KC)