Jaga Kebersihan Alun-alun, Ratusan Petugas Keamanan Disiagakan

16
Tati/KC SEJUMLAH petugas pemadam kebakaran tengah membersihkan lantai Alun-alun Majalengka yang kotor, terkena bekas tumpahan makanan, Senin (3/5/2021).*

MAJALENGKA, (KC Online).-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, menyiagakan ratusan petugas keamanan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung yang dianggap mengotori kawasan Alun-alun Majalengka, Senin (3/5/2021).

Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dibantu unsur kepolisian dan TNI, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan serta tim pemadam kebakaran sudah siaga sejak pukul 14.00 WIB atau sebelum PKL datang untuk berjualan di kawasan tersebut, dengan berdiri mengelilingi alun-alun.

Sehingga ketika ada pedagang dan pemilik odong-odong datang untuk mangkal di depan alun-alun, langsung diusir tidak diperbolehkan berada di sana.

Begitu pula saat datang pedagang minuma dari arah Majalengka Kulon yang akan berbelok ke alun-alun langsung digiring dan diarahkan menuju Jl Bhayangkara. Sedangkan seorang kakek yang sengaja berjualan pisang di sudut alun-alun sebelah barat, juga dialihkan. Dagangannya dipikul petugas Sat Pol PP, sedangkan pedagangnya digandeng agar pindah ke bagian selatan Jl Pramuka.

Sejumlah petugas pemadam kebakaran berupaya membersihkan lantai alun-alun dari kotoran, akibat tumpahan makanan dari pengunjung dan pedagang.

Cecep dan Hena pemilik odong-odong asal Kadipaten urung menurunkan mainanya untuk dipajang di alun-alun. Karena begitu berhenti di utara alun-alun langsung diminta untuk pergi oleh petugas keamanan.

“Tadinya mau mangkal tapi dilarang petugas, ya sekarang balik lagi ke Kadipaten,” kata Cecep yang membawa odong-odong dengan sepeda motornya.

Kemudian di seberang alun-alun pinggir jalan terdapat tumpukan kursi dan meja boks barang yang dijaga petugas Sat Pol PP seolah menunggu pemiliknya. Karena barang tersebut setiap harinya ditinggal oleh pemiliknya, dengan kemungkinan untuk memudahkan memajang dagangan.

Sejumlah pedagang mengaku, berjualan di alun-alun karena merasa sudah membayar uang iuran untuk satu bulan berjualan kepada organsiasi pedagang.

“Saya sudah bayar iuran untuk satu bulan, karena awalnya bisa jualan di sini,” kata seorang pedagang minuman.

Sedangkan beberapa pedagang lain mengaku hanya bekerja karena dagangannya milik orang lain. Satu pemilik dagangan bisa memiliki dua hingga 10 lapak beragam dagangan.

Kepala Bidang Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Sat Pol PP Kabupaten  Majalengka Soetaryo mengatakan, pihaknya berupaya menertibkan kawasan alun-alun yang sudah tertata baik. Namun dengan banyaknya PKL akhirnya kawasan itu menjadi kotor.

“Kami berada di sini untuk menegakan peraturan,“ ujarnya.

Ia menyebutkan para pedagang ada yang mengkoordinir namun organisainya ilegal. Menurutnya, ada beberapa tempat yang masih diperbolehkan untuk berjualan seperti kawasan GGM, Bundaran Munjul dan sejumlah tempat lainnya.

Sementara itu, untuk penertiban kawasan alun-alun diterjunkan puluhan anggota Sat Pol PP, dari Polres Majalengka sebanyak 30 orang, Kodim 5 personel, Dinas Perhubungan sebanyak 20 personel serta petugas pemadam kebakaran.(Tati)