Potensi Zakat Profesi Belum Tergali Optimal

15
Yan/KC KETUA Baznas Kabupaten Kuningan, H. Yayan Sofyan.*

KUNINGAN, (KC Online).-

Kesadaran anggota DPRD Kabupaten Kuningan membayar zakat profesi (zakat mal) untuk membersihkan hartanya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) diduga masih rendah.

“Selama ini ada pemasukan zakat mal, infak dan sedekah dari anggota dewan serta pegawai Sekretariat Dewan, tetapi besarannya hanya sekitar Rp 3 juta per bulan,” kata Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, H. Yayan Sofyan, Minggu (2/5/2021) .

Ia mengungkapkan, berdasarkan perhitungan dari Baznas, potensi zakat mal yang sebenarnya bisa digali dari wakil rakyat yang berjumlah 50 orang cukup besar. Karena bisa mencapai Rp 400 juta per tahun.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya menggali potensi tersebut dengan terlebih dulu meminta izin kepada ketua atau para pimpinan dewan, guna melakukan komunikasi sekaligus mengingatkan mengenai pentingnya membayar zakat profesi, melalui Baznas kepada para anggota DPRD.

Karena hasil pengumpulan zakat akan kembali disalurkan kepada masyarakat kurang mampu yang berhak, dengan mengacu pada delapan asnap sehingga tepat sasaran.

“Nanti setelah mendapatkan izin dari pimpinan dewan, saya bersama jajaran komisioner bakal berusaha berkomunikasi sekaligus mengingatkan pembayaran zakat kepada fraksi-fraksi yang  ada di dewan. Semoga saja diapresiasi oleh para wakil rakyat, karena hasil pengumpulan zakat bakal didistribusikan pada warga yang berhaknya,” katanya.

Sementara mengenai potensi zakat profesi dari ASN juga sangat besar. Tetapi selama ini baru mampu tergali hanya sekitar Rp 3 miliar-Rp 4 miliar.

“Di tahun ini, Baznas akan berusaha keras menggenjot peningkatan pengumpulan target zakat, infak dan sedekah dari ASN. Karena Bupati Kuningan H. Acep Purnama telah menerbitkan Surat Instruksi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah melalui Baznas,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, KH Ujang Kosasih ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp mengaku tengah berada di perjalanan. Sehingga baiknya dilakukan wawancara langsung saja.(Yan)