MMK Peduli Kelestarian Ikan di Perairan Umum

17
Emsul/KC BUPATI Kuningan, H Acep Purnama, menaburkan ikan mujair di perairan umum Cisanggarung Luragung Kabupaten Kuningan, Minggu (2/5/2021).*

KUNINGAN, (KC Online).-

Komunitas Mancing Maniak Kuningan (MMK) mendukung penuh pelestarian ikan air tawar di sejumlah perairan umum, dalam upaya mewujudkan keseimbangan alam serta pengembalian ekosistem.

“Kekayaan ikan sebagai sumber alam di perairan umum kini hampir punah akibat perbuatan orang tidak bertanggungjawab dalam melakukan penangkapan, dengan menggunakan alat yang dilarang oleh pemerintah,” kata Wakil Ketua MMK, Heru Rulis, dalam rangka restoking ikan yang dilakukan Bupati H Acep Purnama,  di Cisanggarung bawah jembatan  Luragung, Minggu (2/5/2021).

Ia mengungkapkan, menurut undang-undang dilarang keras melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat strum, bahan kimia serta bahan peledak seperti bom ikan dan sebagainya. Karena itu MMK berterimakasih kepada bupati yang telah melakukan restoking sesuai usulan para penggemar mancing.

“Kami memiliki anggota sebanyak kurang lebih 9.000 orang yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka tetap konsisten dalam menyalurkan hobi mancing, tanpa melanggar aturan yang telah ditetapkan,” katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Bunbun Budhiyasa, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Denny Riyanto menyebutkan, restoking penebaran ikan di sejumlah perairan umum berupa situ, sungai dan embung saat ditanam sebanyak 40.000 ekor ikan mujair dan nilem. Kemudian dari target restoking tahun ini mencapai satu juta ekor, yang baru ditanam sebanyak 400.000 ekor, yang ditebar di 40 lokasi perairan umum.

“Restoking dilakukan untuk keseimbangan dan kelestarian ekosistem serta ikan. Sehingga dapat dijadikan bahan konsumsi atau sumber penghasilan dengan ditangkap  menggunakan alat yang dibolehkan sesuai peraturan,” katanya.

Sementara bupati berharap, agar para penggemar mancing di perairan umum tetap menjaga kelestarian sumber daya alam. Agar tidak terjadi  ikan di sungai, embung dan situ atau danau punah akibat eksploitasi secara besar-besaran tanpa mengindahkan aturan.(Emsul)