Miskomunikasi, Bupati Nina dan Ketua NU Saling Memaafkan

17
KETUA GP Ansor Kabupaten Indramayu, Edi Fauzi saat jumpa pers beberapa waktu lalu.* Ratno/KC

INDRAMAYU, (KC Online).-

Sepanjang pekan ini, soal video Bupati Nina Agustina menyedot perhatian serius kalangan Nahdliyin Kabupaten Indramayu. Kronologis video itu sendiri berawal dari rencana petambak yang ingin demo ke Pertamina karena duagaan pencemaran di lingkungan lahan petambak.

Entah bagaimana tiba-tiba terjadi pemblokiran mobil-mobil Pertamina dan lalu masalah ini dikonsultasikan dengan KH Juhadi mengenai keluhan para petambak tersebut. Masalah ini kemudian terdengar Bupati Nina Agustina dan dari situ terjadi kesalahpahaman yang kemudian videonya beredar luas.

“Kami berharap Bupati Indramayu Nina Agustina dan Ketua PCNU Indramayu KH Juhadi Muhammad bisa segera bertemu untuk silaturahim dan tabayun agar polemik ini tidak berkepanjangan dan menjadi isu politik yang terus melebar,” kata Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Indramayu, Edi Fauzi di dalam keterangan tertulis kepada awak media, Senin, (3/5/2021).

Dikatakan dia, Hj. Nina Agustina merupakan bupati terpilih, seorang kepala daerah dan tokoh sentral di Pemkab Indramayu. Tentunya sedang bekerja keras untuk mewujudkan visi, misi dan program yang dicanangkan dalam mewujudkan Indramayu Bermartabat.

Sehingga bupati pun sangat responsif terhadap  persoalan-persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat, bahkan memiliki semangat yang luar biasa dalam melakukan penataan birokrasi dan pemerintahan yang lebih baik se-peninggalan rezim sebelumnya.

 Sementara sosok Ketua PCNU Indramayu yakni KH Juhadi Muhammad, selain sebagai seorang ulama yang sangat dihormati, beliau juga merupakan tokoh yang sangat peduli terhadap persoalan-persoalan rakyat, sehingga diyakin label provokator itu tidak ada dalam diri Ketua PCNU Indramayu. Karena apa pun yang dilakukannya pasti untuk kebaikan masyarakat dan yakin kedua tokoh tersebut pada prinsipnya memiliki tujuan serta kepentingan yang sama untuk kebaikan masyarakat Indramayu.

Seperti diketahui, video berdurasi sekitar 2 menit tersebut sempat menyebar di media sosial dan group WhatsApp hingga menyulut sikap warga NU Kabupaten Indramayu dengan beragam tafsir penilaian. Keberagaman penilaian peredaran video pada poin provokator itu bisa saja terjadi karena adanya miskomunikasi.

“Jika kedua tokoh ini sudah bertemu, saya yakin akan terjalin komunikasi dan sinergi yang baik antara umaro dan ulama dalam melakukan percepatan pembangunan untuk Indramayu Bermartabat,” terangnya.

Edi menilai, dampak dari semakin masifnya peredaran video tersebut, sudah masuk dan digoreng ke ranah politik oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. “Apalagi dalam perkembangannya, tafsir dari video tersebut sudah melebar dan diindikasi ada pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan politik, maka ini harus bijak disikapi dengan kepala dingin,” tandasnya.

Oleh karenanya, GP Ansor Indramayu mengimbau kepada seluruh kadernya dan Banser Kabupaten Indramayu agar menyikapinya dengan pikiran yang jernih dan bijak serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang dengan sengaja memanfaatkan momentum tersebut untuk kepentingan adu domba bahkan lebih dari tujuan tersebut.

‚ÄúSemoga simbol ulama dan umaro akan tetap bersatu dalam membangun Indramayu yang lebih baik, kami ingatkan seluruh kader Ansor dan Banser agar masuk dalam satu barisan kemaslahatan umat dan hindari perpecahan,” pungkasnya.

Hasil pantauan KC, Senin (3/5/2021), dua orang tokoh besar antara Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina dengan Ketua PCNU Indramayu, KH Juhadi Muhammad melakukan pertemuan di salah satu tempat dan meminta maaf atas kesalahpahaman tersebut. Mereka pun saling memaafkan.(Ratno)