600 Siswa dari 2 SMA Ikuti Literasi Mushaf Al-Quran

23

CIREBON, (KC Online).-

Sebanyak 600 siswa dari dua SMA menggelar kegiatan literasi mushaf Al-Quran atas kerjasama Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dengan Yayasan Edukasi Nalinga Sabumi dalam rangka mengisi kegiatan smartren 17 Ramadan 1442 H, bertempat di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Kuningan, Jumat (30/4/2021).

Siswa sebanyak itu terdiri dari 300 siswa SMA Negeri 1 Kuningan dan 300 siswa SMA Negeri 2 Kuningan yang dilaksanakan di sekolah masing-masing. Peserta literasi menulis mushaf Alquran tidak asal tulis, melainkan harus mengikuti adab menulis termasuk adab dalam membacanya.

” Sebab membaca dan menulis Al-Quran itu merupakan ibadah, maka harus dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh. Adapun adab yang harus diperhatikan selama menulis/membaca Al-Quran antara lain, harus dalam keadaan suci baik dari hadas besar, kecil maupun najis. Jika membacanya sambil berdiri atau duduk, sebaiknya menghadap kiblat. Selain itu, pakainpun harus suci dan menutup aurat, tempat yang digunakan sebaiknya bersih dan layak untuk menulis maupun membaca Al-Quran. Selanjutnya, ikuti aturan menulis huruf arah yang dimulai dari kanan mengarah ke kiri. Jangan sekali-kali menuliskan dari belakang ke depan,” kata Ketua pelaksana literasi mushaf Al-Quran, Sugiarto, didampingi Sekretaris Hany Nurmadaniah.

Dijelaskannya, menulis mushaf Al-Quran menggunakan pensil 2B yang berkualitas baik dan dalam penulisannya huruf selesai tuntas dalam satu ayat.

“Jangan mengakhiri penulisan bila satu ayat belum selesai, sebab sebuah ayat adalah satu kesatuan yang utuh, demikian juga ketika membacanya. Menulis huruf Al-Quran hendaknya penuh konsentrasi, jangan terputus karena ingin membicarakan sesuatu, juga jangan bergurau apalagi disertai tertawa.
Kita harus selalu bersiap diri untuk atau sedang menulis dan membaca firman Allah penguasa tertinggi dunia akhirat. Banyak tatacara dan adab lainnya dalam litersasi mushaf Al-Quran ini yang harus kita patuhi selama penulisan berlangsung,” ujarnya.

Menurut keterangan, per mushaf isi 30 juz masing-masing 20 lembar sama dengan 604 lembar setara dengan 604 peserta. Pembagiannya, 30 juz diserahkan ke 30 koorlas, tiap koorlas bertanggungjawab 1 juz A 20 lembar dengan peserta 20 orang. Lembaran harus tetap utuh dan rapi kembali.

“Semoga literasi Al-Quran ini dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat, sebab Al-quran sebagai pedoman hidup seorang muslim,” jelasnya.(Emsul)