BPJamsostek Salurkan Klaim Jaminan Kematian Senilai Rp 42 Juta

36

CILEDUG, (KC Online).-

BPJamsostek Cirebon, memberikan jaminan Kematian bagi ahli waris pesertanya. Kepala BPJamsostek Cirebon, Mulyana mengatakan, klaim jaminan bagi tenaga kerja yang sudah masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, misalnya meninggal dunia.

Klaim tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Salah satunya, saat ada salah seorang guru SDN 2 Tenjomaya, Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. “Setelah berkas lengkap, langsung diproses dan diberikan pada ahli waris santunan kematian senilai Rp 42 juta,” katanya, beberapa hari lalu.

Mulyana menjelaskan, peran pemda untuk berpartisipasi dalam keanggotaan BPJamsostek terkesan masih minim. Sehingga perlu untuk dimaksimalkan, agar ASN maupun non ASN menjadi keanggotaan BPJamsostek.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 11/2014, ada dua hukum publik, satu di antaranya BPJS Ketenagakerjaan atau yang sekarang disebut BPJamsostek. Maka diperlukan peran pemerintah untuk sosialisasi BPJamsotek ini dan bila perlu dianggarkan dari pemda untuk ASN dan non ASN,” jelasnya.

Dirinya mengharapkan, perusahaan formal dan informal juga pemda ikut dalam kepesertaan BPJamsostek. “Kami terus sosialisasi pada masyarakat akan pentingnya BPJamsostek,” ujarnya.

Kepal SDN 2 Tenjomaya, Hariswa mengucapkan terima kasih atas klaim Jaminan Kematian (JK) bagi guru non ASN di sekolah ini. “Tergantung kita mengajukan pemberkasan, kalau cepat yang akan segera diberikan. Tapi saat saya mengurus klaim untuk guru nin ASN ini, tergolong cepat, begitu berkas lengkap langsung diberikan pada ahli waris,” ucapnya.

Senada dikatakan perangkat Desa Tenjomaya, Eka Sutresna. Mengurus klaim BPJamsostek, tergolong sangat cepat. Terbukti, saat mengurus klaim perangkat desa yang meninggal beberapa waktu lalu. “Begitu persyaratan lengkap dan diserahkan ke kantor BPJamsostek, dalam waktu tak begitu lama langsung diberikan,” ungkap pria yang menjadi Kaur Keuangan desa setempat.(Supra)