Jumlah Lulusan Ukom Perawat Indonesia di STIKes Ahmad Dahlan Cirebon Capai 98,5 Persen

8

CIREBON, (KC Online).-

Meski dihadapkan pada masa Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, tak membuat surut  lembaga pendidikan  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Ahmad Dahlan Cirebon (ADC)  untuk terus berbenah diri dalam meningkatkan capaian dari sisi akademik. Salahsatu prestasi membanggakan yang berhasil diraih yakni naiknya jumlah kelulusan Uji Kompetensi (ukom) Perawat Indonesia  dari tahun sebelumnya.

Ketua STIKes ADC Cirebon, Hj. Ruswati, Ners.,M.Kep, menyebutkan, atas raihan capaian tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi almamater kampus yang dipimpinnya. Tentunya, pihaknya juga atas nama pribadi dan lembaga mengucapkan selamat kepada para peserta Uji Kompetensi Perawat Indonesia yang telah mengikuti bagi para mahasiswanya. 

“Selamat kepada seluruh alumni STIKes ADC yang telah lulus uji kompetensi Perawat Indonesia. Semoga hasilnya bisa meningkatkan Standar Kompetensi Perawat Indonesia agar lebih professional.” ungkapnya.

Ruswati menyebutkan, Uji Kompetensi merupakan proses untuk mendapatkan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki oleh seorang tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya dengan cara mengukur pengetahuan. Selain raihan peningkatan nilai akademik yang sukses dicapai, pihaknya pun kini sudah resmi beralih status. Dari yang sebelumnya Akper Muhammadiyah Cirebon kini menjadi STIKes Ahmad Dahlan Cirebon. Karena dari yang sebelumnya hanya memiliki satu  prodi D3  keperawatan, kini sudah bertambah satu lagi yakni prodi S1 administrasi rumah sakit. 

“Insyaallah tahun ini proses pembelajaran sudah akan dibuka dengan membuka penerimaan mahasiswa baru. Namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan sebagaimana mestinya,” ungkap Ruswati.

Sementara, Wakil Ketua I STIKes Ahmad Dahlan Cirebon, Yani Trihandayani, Ners.M.Kep, menyebutkan, kenaikan tahun akademik saat ini sangat memuaskan dengan dominasi lulusan kompeten.  Lantaran, tahun akademik 2020 pada keiukutsertaan peserta dari 147 yang lulus hanya 142 yang diprosentasikan hanya  96,6.  “Sedangkan untuk tahun  akademik 2021 ini, dari peserta 130 yang lulus mencapai 128 mahasiswa dengan presentasi mencapai 98,5 persen kelulusan,” paparnya.

Ia menyebutkan, salah satu indikator sebagai perawat professional yaitu jika perawat tersebut sudah memiliki  bukti Surat Tanda Registrasi (STR). Tentunya, kata dia, untuk mendapatkan STR maka ada fase yang harus dilaksanakan  oleh seorang perawat yaitu mengikuti Uji Kompetensi Perawat Indonesia. Menurutnta, jerih payah suksesi ini tak lain atas kerja keras bersama dari para Dosen Pembimbing dan upaya-upaya yang dilakukan peserta uji kompetensi ners untuk mempersiapkan ujikom tersebut.

“Tak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua elemen yang sudah terlibat yang selalu memberikan arahan, support materil maupun non materil. Sehingga Uji Kompetensi Perawat Indonesia dapat berjalan dengan baik. Semoga kedepannya kami dapat meningkatkan kualitas pendampingan agar dapat menghantarkan semua alumni menjadi kompeten,” paparnya.  (Mamat/KC)