Dari Belajar Tari Hingga Beternak, Semua Ada di Tabalong

7

CIREBON,(KC Online).-

Satu dua orang terlihat hilir mudik di sebuah taman tepat di pinggir sungai Cikalong, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Senin (22/2/2021). Di taman ini, mereka mengambil beberapa jepretan untuk swafoto. Tak heran, sebab taman dengan dilengkapi sebuah bangunan kayu mirip vila ini memang cukup menarik perhatian dari pinggir jalan. Lokasinya pun cukup strategis, yakni tepat di pinggir kantor Kelurahan Larangan.

Tabalong atau Taman Belajar Cikalong, nama tempat ini, cukup populer dalam waktu beberapa bulan ke belakang ini. Berdiri di atas lahan sekitar 1,7 hektar, Tabalong didirikan oleh gabungan beragam komunitas yang memberikan pelatihan atau workshop aneka bidang kepada masyarakat secara luas. Di Tabalong ini terdapat sekitar 150 komunitas yang memiliki aneka keterampilan, seperti di bidang kesenian, menyemai tanaman, hingga beternak. Tempat ini terbuka secara umum bagi masyarakat yang ingin belajar apapun.

“Biasanya tiap Senin kita libur dari berbagai aktivitas, tapi kadang ada beberapa warga yang ingin mengambil foto. Kali pertama mereka datang ke tempat ini nyangkanya tempat ini adalah tempat wisata, padahal ini adalah taman belajar,” tutur Mulyana selaku Koordinator Tabalong Bidang Pendidikan dan Kesenian.

Tabalong sendiri berawal dari event Jagakali Art beberapa waktu lalu yang digelar di Kota Cirebon. Beragam komunitas yang bergabung di event itu akhirnya menyepakati Tabalong tempat bergabungnya beragam komunitas untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat.

“Di sini warga bisa belajar tentang kesenian yang di antaranya ada mewarnai, seni musik, juga bisa belajar tentang sungai, tentang beternak ikan atau kelinci, pokoknya mau belajar apa saja ada di sini yang tentunya didampingi oleh komunitas yang memang ahli di bidangnya masing-masing. Komunitas-komunitas yang tergabung ini memang sudah terbentuk sebelumnya,” tuturnya.

Tabalong sendiri bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) dalam membentuk Tabalong ini, yang antara lain BBWSCC menyediakan lahan di pinggir sungai Cikalong tersebut.

Mulyana menambahkan, masyarakat cukup antusias untuk belajar di Tabalong ini. Namun, karena situasi masih pandemik, maka aktivitas masih dibatasi.

“Bahkan ada warga yang mau belajar harus antri, mau tidak mau memang harus seperti itu karena situasi masih pandemik,” ujarnya.

Bagi warga yang belajar di sini, menurut Mulyana, bisa melakukan melalui jalur khusus atau berbayar dan ada juga yang gratis.

“Yang berbayar itu karena setelah belajar kita mengeluarkan ijazah. Kan komunitas kita, salah satunya Sinau Art itu sudah berbentuk LKP sehingga bisa mengeluarkan ijazah. Nah bagi yang gratis, kita tidak mengeluarkan ijazah, itu saja perbedaannya,” tukasnya.

Bagi warga yang ingin belajar di Tabalong, tempat ini buka mulai Selasa hingga Minggu. Sementara khusus Senin aktivitas diliburkan. (Fanny)