Sistem e-Pilwu di Gempol Bisa Jadi Percontohan di Jabar

3
ILUSTRASI Pemilihan Kuwu (Pilwu) di Kabupaten Cirebon.* Dok/KC

CIREBON, (KC Online).-

Delapan desa yang ada di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, sudah bisa menerapkan sistem teknologi berupa elektronik pemilihan kuwu (e-Pilwu). Penerapan itu dimudahkan melalui jejaring internet. Bahkan, e-Pilwu ini bisa jadi percontohan untuk gelaran pesta demokrasi tingkat desa se-Jawa Barat.

Delapan desa itu yakni, Desa Palimanan Barat, Cupang, Cikeusal, Gempol, Winong, Kempek, Walahar dan Kedung Bunder. Bahkan, belum lama ini para operator di masing-masing desa tersebut menunjukkan kebolehannya di hadapan Bupati Cirebon H Imron di kantor Kecamatan Gempol.

“Teknologi di delapan desa yang ada Kecamatan Gempol sudah bisa melakukan e-Pilwu. Hanya ada dua desa yang akan mengikuti Pilwu serentak 2021 mendatang,” kata Camat Gempol, H Iman Supriyadi, belum lama ini.

Meski sebagai pelaksana, pihaknya siap melaksanakan e-Pilwu namun belum sepenuhnya bisa diterapkan. Sebab, tetap harus mengikuti regulasi dari pemerintah daerah.

“Dan data untuk daftar pemilih tetap (DPT) yang disajikan sudah akurat. Berbasis NIK. By nama, by adress. Sama persis dengan Disdukcapil. Jadi, data tersebut bisa dijadikan acuan untuk melaksanakan pesta demokrasi,” tegas Iman.

Ia menjelaskan, operator yang ada di desa tetap akan dilatih meskipun mereka sudah bisa mengoperasikan layanan berbasis teknologi ini. Mereka dilatih dengan tenaga ahli dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Sistem e-Pilwu ini akan dijadikan percontohan proses demokrasi di Jawa Barat. e-Pilwu ini bisa membuat efisien anggaran. Sebab tidak ada bilik suara, kertas suara, kotak suara,” kata Iman.

Dan panitianya, lanjut dia, tidak banyak, hanya untuk verifikasi data, penyelenggaraan, dan penghitungan suara. Hanya  pihaknya tetap menunggu regulasi dari pemerintah.

Ia juga mengaku tidak mengetahui, apakah sampai pelaksanaan e-Pilwu itu akan seluruhnya atau hanya di Kecamatan Gempol saja sebagai percontohan atau pilot project. “Ini masih jauh, karena Pilwu serentak saja digelar 2021 nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati H Imron mengatakan, delapan desa di Kecamatan Gempol memang sudah maju dalam penggunaan teknologinya. Hanya sumber daya manusia (SDM)-nya harus ditingkatkan.

“Saya berharap e-Pilwu ini bisa menjadi pilot projectnya di Provinsi Jawa Barat. Tapi intinya, SDM dari operator itu harus ditingkatkan,” harap Imron.

Sementara menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Imam Ustadi, e-Pilwu masih sebatas wacana dan Kecamatan Gempol dianggap paling siap. Tapi tetap harus ada regulasi yang mengatur itu semua.

“Ini baru sebatas cita-cita dari pemerintah kecamatan dan desa. Kami pun sangat mengapresiasi hal itu. Untuk pelaksanaannya sendiri tetap harus menunggu regulasi yang dibuat oleh pemerintah daerah,” tambahnya.(Ismail)