Seniman Marah, Minta Audiensi Tak Ditemui Dewan

2
MASAA yang tergabung dalam Aliansi Seniman Cirebon (ASC) melakukan aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Cirebon,Jumat (16/10/2020).* Iwan/KC

CIREBON, (KC Online).-

Massa yang tergabung dalam Aliansi Seniman Cirebon (ASC) mengaku kecewa, karena aksi yang dilakukan mereka pada Jumat (16/10/2020), tak ditemui oleh satu pun perwakilan DPRD Kabupaten Cirebon. Atas kekecewaan tersebut, mereka mengancam akan melakukan aksi besar-besaran.

Koordinator Aksi, Sugiona T Ragista menyampaikan, kedatangan pihaknya ke Gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi para seniman. Pihaknya juga sudah melalui prosedur, yakni melayangkan surat sebelum aksi ke legislatif untuk audiensi.

Namun, setelah 20 perwakilan pendemo dipersilakan masuk dan menunggu di ruang audiensi, satu jam lebih tidak ada perwkilan DPRD yang menemuinya. “Kami sangat kecewa. Mempersilakan kami masuk untuk audiensi tapi nyatanya tidak ada satu anggota dewan yang menemui kami,” cetus Ragista.

Ia menilai, para anggota dewan yang ada DPRD Kabupaten Cirebon kini sudah bukan lagi menjadi wakil rakyat. Melainkan sebagai pengkhianat rakyat karena tidak mau memperjuangkan aspirasi para seniman di wilayahnya.

“Sekarang, DPRD itu bukan lagi sebagai dewan perwakilan rakyat. Tapi dewan pengkhianat rakyat. Kami ke sini, sudah permisi. Ada akhlaknya. Kami diizinkan masuk. Tapi mana? Tuan rumahnya tidak ada. Tidak ada kepastian apa pun. Ditemui saja tidak,” celotehnya.

Seharusnya, menurut dia, ada satu atau dua anggota dewan yang menemui. Karena yang datang rakyat, mereka yang ingin mengadu kepada yang telah mewakilkannya. “Tapi sangat disayangkan, tidak ada satu pun yang datang menemui dan memberikan keterangan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ragista menilai, DPRD Kabupaten Cirebon bukan ingin damai dengan rakyatnya, terutama dengan para seniman. “Jangan salahkan bila kami akan melakukan aksi jauh lebih besar lagi. Mereka sudah mengkhianati kami,” sebut Ragista.

Ia menjelaskan, yang menjadi tuntutan para seniman adalah meminta agar kegiatan keramaian dipermudah. Sebab ketika hendakan hajatan harus ada surat rekomendasi dari Disbudparpora. “Jadi kami minta itu dihapus. Apalagi katanya rekomendasi itu dialihkan ke Satpol PP. Apa kaitannya Satpol PP menangani soal rekomendasi ini,” gugat dia.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada dewan untuk memaparkan zona dari masing-masing wilayah. Karena larangan untuk manggung, untuk berkreasi tetap ditutup. Padahal para seniman menggantungkan hidup dari hasil kreasinya. Ketika aktivitas manggung tidak ada, pemasukan pun tak ada.

“Kami minta izinnya dibuka seluas-luasnya. Insya Allah protokol kesehatan akan kami terapkan secara ketat,” janji Ragista.

Sementara itu, Kabag Persidangan DPRD Kabupaten Cirebon, Chaidir menyampaikan, pihaknya tidak ada persiapan sebelumnya karena surat yang dilayangkan ASC ke DPRD sangat mendadak. “Surat baru masuk kemarin sore. Sedangkan anggota dewan sudah ada jadwal kunjungan ke luar daerah dan pimpinan ada agenda rapat di dewan,” jelasnya.

Terkait dipersilakan anggota ASC masuk, karena perwakilan pendemo mengaku sudah menghubungi ketua DPRD Kabupaten Cirebon untuk dipersilakan masuk. “Saat kami hubungi sekprinya, kata dia perintah Pak Ketua Dewan disuruh masuk dan menunggu. Tapi karena rapatnya belum selesai, maka belum bisa ditemui,” beber Chaidir.(Ismail)