‘Aku Pintar’ Hadirkan Solusi Digitalisasi Pelaporan KBM Gratis

37

CIREBON,(KC Online).-

PT Aku Pintar Indonesia menghadirkan sebuah aplikasi berbasis web khusus bagi pihak sekolah yakni Aku Pintar Sekolah (APSekolah) yang dapat men-digitalisasi proses laporan kegiatan belajar mengajar. Sama dengan aplikasi-aplikasi pendidikan yang dikembangkan oleh PT Aku Pintar Indonesia sebelumnya, aplikasi ini dapat digunakan secara gratis.

Manfaat APSekolah dapat dirasakan mulai dari kepala sekolah, guru, maupun murid. Pihak sekolah dapat mengetahui rekam data KBM baik yang sudah dan akan berlangsung, dan memudahkan guru dalam menjadwalkan KBM serta memudahkan siswa juga dalam melihat jadwal.

“Kami menyadari perlunya digitalisasi pelaporan KBM di masa pandemi ini. Melalui APSekolah, baik guru maupun pihak sekolah dapat bersama-sama memantau serta mengevaluasi proses KBM yang telah dan sedang berjalan serta menyiapkan rencana pembelajaran yang lebih terarah. Digitalisasi ini juga membuat segala proses KBM dapat dipantau secara real-timesehingga mudah menyesuaikan dengan kondisi terkini”, ujar Chief Executive Officer Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko dalam siaran pressnya yang diterima KC Online, Selasa (22/9/2020).

Kehadiran APSekolah memperkaya fitur dari Aku Pintar Guru (APGuru) yang dapat mendukung proses KBM bagi guru. Awalnya APGuru hanya bisa diakses melalui smartphone, khusus tambahan fitur yang didapat dari APSekolah tersebut, pemanfaatannya dapat melalui APGuru versi website. Sedangkan untuk Aku Pintar Siswa (APSiswa), terdapat tambahan fitur pada aplikasimobile terkait informasi KBM yang mereka ikuti.

Terdapat delapan fitur di dalam APSekolah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah di antaranya Kelola Guru, fitur menambahkan guru, mengonfirmasi guru yang meminta untuk bergabung, dan melihat guru-guru yang sudah terdaftar. Kelola Siswa, fitur menambahkan siswa, mengonfirmasi siswa yang meminta untuk bergabung, dan melihat siswa yang sudah terdaftar. Kelola Tahun Ajaran, fitur untuk pihak sekolah mengelola tahun ajaran yang nantinya akan dibutuhkan dalam membuat kelas. Kelola Kelas, fitur membuat kelas, memasukkan guru yang bertanggung jawab dalam kelas tersebut, serta memasukkan siswa ke dalam kelas.

“Penggunaan APSekolah mengintegrasikan akun APGuru dan APSiswa yang selama ini sudah hadir di dunia pendidikan. Guru yang telah memiliki akun di APGuru dapat secara otomatis terhubung di sistem APSekolah dengan memasukkan nama sekolah di profil akun, begitupun dengan siswa yang sudah terdaftar di APSiswa”, ujar Chief Technology Officer Aku Pintar, Prasetya Gilang Nuswantara.

Pada APGuru versi website yang tersambung dengan APSekolah, guru dapat mengakses fitur-fitur terkait pengelolaan KBM seperti menjadwalkan sesi pertemuan KBM, merekap kehadiran siswa di kelas, serta melaporkan KBM yang berisi detail pertemuan dan presensi siswa kepada pihak sekolah.
“Kehadiran APSekolah sangat memudahkan kerja guru karena praktis, hemat waktu, dan tidak berbelit-belit. Guru dapat membuat laporan administrasi KBM dengan praktis, mulai dari pemberian materi, absen, hingga pelaporan hasil. Semoga Aku Pintar dan APSekolah selalu dapat membantu dunia pendidikan khususnya guru dan siswa untuk memperoleh ilmu-ilmu baru. Mengingat saat ini masih banyak sekolah yang belum bisa terjangkau oleh sarana dan prasarana yang baik.”, ujar Yanizasari, S.Psi, M.Pd, Guru Bimbingan Konseling SMA 11 Depok, Jawa Barat.

Sosialiasi APSekolah melibatkan para Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMA se-derajat di beberapa provinsi di Indonesia, serta beberapa sekolah yang mendaftar secara mandiri guna mendapatkan informasi terkait APSekolah. Selain itu, APSekolah juga disosialisasikan melalui edukasi kepara para guru di Indonesia Timur dan Indonesia Tengah melalui program webinar.

“Kami harap APSekolah dapat membantu sekolah dan guru dalam pelaporan KBM yang lebih mudah secara digital. Dengan adanya APSekolah, guru tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyiapkan laporan KBM secara manual, sehingga dapat lebih fokus kepada proses pembelajaran dan penyiapan materi”, tutup Pebri. (Epih)