Lahan KAI Diduga Dikuasai Preman

174

JAKARTA, (KC Online)
Aksi premanisme di Indonesia belum juga surut, pasca peristiwa keributan di Green Lake City, Kota Tanggerang. Ada banyak ragam aksi premanisme berkembang, salah salahnya penguasaan lahan milik pihak lain.

Seperti yang terjadi di Jalan Jembatan Tinggi, Bongkaran, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dikuasai sekelompok orang yang dibekingi oknum aparat keamanan.

Menurut tokoh muda Tanah Abang, M. Rivan, penguasaan lahan milik KAI jelas merupakan aksi premanisme. Aksi-aksi ini tentu bukan hanya terjadi di Tanah Abang, tapi bisa jadi di banyak tempat.

“Kapolri Idham Aziz secara tegas sudah menyatakan bahwa negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Kasus yang terjadi di Jembatan Tinggi harusnya cepat diselesaikan. Pihak yang tidak berhak atas lahan itu, patut keluar dan jangan merasa memiliki,” tegasnya, Senin (20/7/2020).

Rivan menambahkan, negara dalam hal ini PT. KAI jelas dirugikan dengan adanya penguasaan lahan oleh sekelompok orang yang tidak punya kewenangan.

Ironisnya, tambah dia, ada aja oknum aparat negara yang ikut bermain di belakangnya sebagai pelindung atau beking.

“Persoalan seperti ini banyak terjadi di sejumlah tempat, negara harus cepat bertindak. Kekuasaan sesungguhnya ada pada negara, bukan sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Dirinya meminta aparat kepolisian yang didukung TNI, bisa menjadi benteng bagi negara. Indonesia secara umum harus terbebas dari aksi-aksi yang dilakukan kelompok premanisme.

Oknum-oknum aparat yang ikut bermain juga hendaknya segera dibersihkan, karena merusak nama baik negara. Apalagi, oknum itu hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. (Alif/KC Online)