Sistem Zonasi Menyesuaikan Jarak dan NIK KK

2
KEPALA Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Irawan Wahyono

CIREBON, (KC Online).-

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon mengklaim pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online pada tahap pertama dari mulai 29 Juni hingga 1 Juli berjalan lancar. Pada tahap pertama pelaksanaan PPDB dilakukan dengan kuota 30 persen untuk jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan guru.

Kepala Disdik Kota Cirebon, Irawan Wahyono mengatakan, jalur prestasi dibagi menjadi dua kategori, yakni akademik dan non akademik. Menurutnya, bagi bidang akademik yakni mereka yang berprestasi di bidang Kompetisi Sains Nasional (KSN). Sedangkan non akademik berprestasi di bidang olahraga, seni dan tahfidz Alquran.

“Dalam Perwali sudah dijelaskan jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan dengan kuota yang sudah ditentukan,” kata Irawan, Selasa (30/6/2020).

Irawan menambahkan, dalam bidang olahraga diambil berdasarkan prestasi di POP Kota dengan dibuktikan piagam. Ada 13 cabang olahraga yang masuk kategori dalam PPDB dan hanya juara satu yang akan diterima.

“Kami sudah berkoordinasi dan memiliki data pelajar yang berprestasi, jadi tidak mungkin kami tertipu,” katanya.

Terkait kisruh umur dalam PPDB online, Irawan menegaskan bukan prioritas utama. Di dalam Permendikbud batasan usia ditentukan, namun pihaknya akan menggunakan ketika mendapati siswa yang sama secara prestasi dan jarak atau zonasi.

“Kalau ada drawing, zonasi sama, prestasi sama maka baru umur. Itu kemungkinan terjadi sangat kecil pada PPDB tahun ini,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, proses PPDB online di Kota Cirebon berlangsung lancar. Seluruh persiapan dimatangkan, terutama pada sistem zonasi yang kerap menuai masalah.

Irawan Wahyono mengatakan, sistem zonasi berdasarkan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah. Data juga menyesuaikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di Kartu Keluarga (KK).

“Sistem zonasi nanti menyesuaikan jarak yang berdasarkan NIK. Ini tertuang dalam Perwali batas maksimalnya,” kata Irawan.

Irawan mwnambahkan, agar tidak terjadi gangguan, pihaknya sudah bekerja sama dengan PT Tekom dan Disdukcapil Kota Cirebon. Dengan menggunakan pola tersebut, jumlah murid di SMP negeri akan merata, tidak ada lagi kekurangan siswa.

Mengenai rombongan belajar (rombel), Irawan mengatakan, batas maksimal sekolah hanya sebelas rombel dengan batas maksimal 30 siswa. Menurutnya, hanya sekolah tertentu yang memiliki rombel sampai sebelas, di sekolah lain kurang dari jumlah batas maksimal.

“Hanya SMPN tertentu, tidak semuanya. Jadi kami pastikan tidak ada penambahan rombel,” katanya.

Secara teknis, pelaksanaan PPDB dibagi menjadi dua tahap yakni tahap pertama dibuka pada 29 Juni sampai 1 Juli 2020 dan tahap kedua pada 2-7 Juli 2020. Sedangkan untuk jalur zonasi kuota sebanyak 50 persen, jalur prestasi 30 persen, afirmasi 15 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen. “Dua tahap dengan persentase sesuai dengan Perwali,” imbuhnya.(Iskandar)