Warga di Sepanjang Sungai Kalijaga Mulai Ditata

2
SEJUMLAH warga RW 01 dan RW 10 Pesisir, Kelurahan Panjunan yang terdampak proyek program Kotaku antusias mengikuti rapid test yang bekerja sama dengan pihak Puskesmas setempat di SD Negeri Pesisir Kota Cirebon. Senin (29/6/2020).* Jaka/KC Online
SEJUMLAH warga RW 01 dan RW 10 Pesisir, Kelurahan Panjunan yang terdampak proyek program Kotaku antusias mengikuti rapid test yang bekerja sama dengan pihak Puskesmas setempat di SD Negeri Pesisir Kota Cirebon. Senin (29/6/2020).* Jaka/KC Online

LEMAHWUNGKUK, (KC Online).-
Warga terdampak proyek program kota tanpa kumuh (Kotaku) yang ada di sepanjang Sungai Kalijaga Kelurahan Panjunan, khususnya warga di RW 01 dan RW 10 Pesisir, Kota Cirebon lakukan rapid test.
Informasi yang dihimpun KC, Senin (29/6/2020), dilakukannya rapid test dikarenakan pada tanggal 2 Juli 2020 akan dilakukan sosialisasi masal bagi warga yang terdampak proyek tersebut terkait dengan kompensasi atau kerohiman. Sebab, saat dimulainya pekerjaan fisik, warga harus pindah atau direlokasi dari wilayah terdampak.
Sudrajat, selaku Tenaga Ahli Komunikasi dan Sosialisasi OC 6 Jawa Barat Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) saat ditemui KC mengatakan, pihaknya sengaja meninjau warga RW 01 dan RW 10 yang dirapid test di SD Negeri Pesisir. Ada sekitar 85 warga dan 105 bangunan yang terdampak proyek (WTP).
“Ada 105 bangunan termasuk tempat usaha yang nantinya bakal direlokasi, sehingga nanti kawasan bantaran Sungai Kalijaga ini akan terlihat bersih, indah, layak bahkan untuk menjadi destinasi wisata,” katanya.
Dijelaskan, setelah proses penanganan WTP selesai, nanti masuk lelang untuk pengerjaan fisik. Dan jika sudah ada pemenang proyek, maka di 2020 ini sudah mulai tahap persiapan atau pekerjaan fisik. Salah satu yang dikerjakannya adalah penataan sungai, penataan sekitar bantaran sungai atau bibir pantai. Kemudian ada beberapa penataan tempat seperti rumah budaya atau simbol-simbol untuk tujuan wisata, penataan dari segi perumahan, penataan dari segi tempat aktivitas usaha termasuk ada tempat pengelolaan ikan serta penataan tempat pengelolaan sampah dengan teknologi ramah lingkungan.
“Yang pasti pesisir itu akan menjadi indah, akan menjadi wajahnya Kota Cirebon yang diharapkan menjadi destinasi wisata yang menarik sehingga muncul lokasi-lokasi yang bisa menjadi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Kemudian, Sudrajat menambahkan, nanti ada tim penilai dari independent untuk menaksir nilai bangunan baik usaha maupun rumah warga yang terdampak proyek.
“Dokumen perencanaannya sudah selesai semua, mulai dari konsep master plan dan yang lainnya itu sudah selesai. Badgetnya pun sudah muncul, sekitar Rp 13 miliar untuk penataan kawasan ini. Alhamdulillah warga antusias,” tutup Sudrajat. (Jaka/KC Online)