Kuota Rumah Subsidi Habis, Saatnya Beralih ke KPR/SSB

4

CIREBON,(KC Online).-

Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan program Kredit Kepemilikan Rumah Subsidi Selisih Bunga (KPR/SSB) untuk mendorong pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah. Hal itu dilakukan setelah kuota KPR subsidi tahun ini kembali habis sebelum ditentukannya batas waktu.

Manajer Perum Perumnas Cabang Cirebon, H.Fatchuddin mengungkapkan, program tersebut sudah mulai disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

“April, Mei jumlah kuota untuk pembiayaan rumah subsidi habis. Karenanya, untuk pembiayaan rumah subsidi saat ini memanfaatkan program subsidi selisih bunga,” ungkap Didin, sapaan akrab Fatchuddin kepada KC Online, Senin (29/6/2020).

Program tersebut, lanjutnya, memang sedikit berbeda dengan program fasilitas likuiditas pembiayaan perbankan (FLPP) sebelumnya. Di mana, bila program FLPP memberlakukan  bunga flat selama masa pelunasan atau sampai dengan 15 tahun angsuran ke depan. Untuk program subsidi selisih bunga ini hanya sampai dengan bunga flat selama 10 tahun pada saat berjalannya masa angsuran rumah.

“Karenanya, meskipun masih mendapatkan subsidi selisih bunga 5 persennya, namun, untuk 10 tahun masa angsuran ke depannya masyarakat tidak akan mendapatkan subsidi selisih bunga tersebut. Karena, pada saat-saat akan memasuki angusuran ke 11 tahun, bunga KPR subsidi akan disesuaikan dengan kondisi pasar (Aunitas),” tambah Didin.

 Kendati demikian, lanjutnya lagi, pihaknya menyambut baik dengan adanya program dan kebijakan yang telah diambil perbankan tersebut.

“Ini juga akan sangat membantu dan menumbuhkan pasar perumahan di wilayah Cirebon. Terlebih, dengan ketersediaan jumlah kuota FLPP yang sebelumnya telah habis, program ini diharapkan bisa membantu kalangan masyarakat menengah bawah berkeinginanan memiliki rumah subsidi,” tuturnya.

Perum Perumnas Cirebon pada tahun 2020 menargetkan sebanyak 110 unit rumah di dua lokasi baik di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten-Kota Majalengka dengan total anggaran yang masuk mencapai Rp 14 miliar.

“Berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) sebenrnya target tahun ini lebih tinggi, yakni bisa memasarkan sebanyak 200 unit rumah. Namun, diarenakan dengan adanya kondisi dan situasi Covid-19 seperti sekarang ini, target kita revisi menurun,” tambahnya.   

Pada tahun ini, lanjut Didin, Perum Perumnas Cirebon tetap fokus menggarap dua lahan lokasi perumahan baik itu Pesona Cirebon Regency maupun Bumi Cikal Asih Majalengka.

“Kami targetkan di dua lokasi tersebut bisa membangun sebanyak 110 unit baik untuk perumahan subsidi dan komersial,” tukas Didin. (Epih)