Masih Level Kuning, PSBB Indramayu Diperpanjang untuk Keempat Kalinya

115

INDRAMAYU,(KC Online).- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Indramayu kembali diperpanjang untuk keempat kalinya. Perpanjangan ini diberlakukan mengingat Indramayu masih dalam level kuning. Sehingga berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui video converance diputuskan PSBB tahap keempat diberlakukan mulai 13-26 Juni 2020 nanti.

Dalam video converance yang digelar di ruang Indramayu Command Center (ICC), Jum’at (12/06/2020), Ridwan Kamil menjelaskan, level kewaspadaan kabupaten/kota di Jawa Barat per tanggal 10 Juni 2020 menunjukkan terdapat 17 kabupaten/kota yang masuk zona biru (62,96%) dan sebanyak 10 kabupaten/kota masih masuk zona kuning (37,04%), salah satunya Kabupaten Indramayu. “Bagi daerah yang sudah masuk zona biru, silahkan melakukan pelonggaran aktivitas. Sedangkan yang masih zona kuning dilakukan perpanjangan PSBB secara proporsional dengan memperhatikan kondisi daerah setempat,” ungkap Ridwan Kamil.

Menanggapi perpanjangan PSBB tersebut, Pelaksana Tugas Bupati Indramayu Taufik Hidayat menjelaskan, pemberlakuan PSBB tahap keempat ini mulai berlaku pada hari Sabtu 13 Juni hingga dua pekan ke depan. Ini melanjutkan selesainya PSBB tahap ketiga. Meski dilakukan perpanjangan namun pada pelaksanaannya diberlakukan PSBB proposional. “Karena ini hari terakhir (PSBB tahap tiga), mulai besok sampai tanggal 26 Juni mendatang kita masih menerapkan PSBB, tapi secara proposional,” jelasnya.

Taufik yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan, pelaksanaan PSBB kali ini tentu berbeda dengan pelaksanaan PSBB tiga tahap sebelumnya. Di mana PSBB proposional sebagaimana diketahui merupakan istilah PSBB namun lebih mengarah kepada adaptasi kebiasaan baru (AKB). Penerapan PSBB proporsional ini disesuaikan dengan level kewaspadaan setiap daerah. Baik kecamatan dan desa yang memperhatikan laju ODP, PDP maupun kasus terkonfirmasi positif.

Taufik menegaskan, berdasarkan evaluasi PSBB tahap tiga operasi pembubaran kerumunan yang dilakukan oleh ketiga pilar meliputi TNI, Polri dan Satpol PP dinilai sangat efektif untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Untuk itu pola ini akan dilanjutkan dengan fokus pembubaran kerumunan hingga masuk ke desa-desa.

Penerapan PSBB proporsional juga lebih menekankan terhadap disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat. Ini akan terus dilakukan secara masif terutama menekankan pada 3 hal yang wajib. Mulai dari memakai masker, memperhatikan jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun. Para pelaku usaha juga harus menandatangani surat pernyataan agar mematuhi protokol pencegahan Covid-19. (Cipyadi/KC)