Hentikan Sebaran Covid-19, Abdy Yuhana Tekankan Masalah Struktur, Substansi dan Kultur

27

ANGGOTA Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Abdy Yuhana, S.H.,M.H menyampaikan pandangannya terkait dengan pandemi Covid-19. Menurutnya ada tiga aspek yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak termasuk pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Tiga aspek itu yakni struktur, substansi dan kultur. “Struktur di sini adalah pemerintah harus benar-benar konsisten, dalam menerapkan protokol kesehatan. Termasuk juga soal kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Karena, kalau kita lihat sebaran dari Covid-19, Jawa Barat itu termasuk provinsi yang cepat dalam penularannya,” tutur Abdy Yuhana kepada KC Online, Rabu (27/5/2020).
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, Pemprov Jabar harus konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi jika kemudian, kebijakan dengan New Normal ini diberlakukan. Maka, akan membuka banyak kelonggaran terkait dengan aktivitas masyarakat khususnya di bidang perekonomian.

Dr. Abdy Yuhana usai melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal sosial distancing serta penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena dengan New Normal, mall dibuka, pabrik dibuka, sehingga jika tidak hati-hati, malah akan terjadi lonjakan kasus baru di Jawa Barat,” paparnya.
Sedangkan yang kedua, lanjut Abdy, soal substansi. Substansi tersebut kaitannya dengan aturan. “Jadi saya kira pemerintah ketika ingin mengeluarkan kebijakan yang pada akhirnya untuk kepentingan masyarakat, harus benar-benar melakukan sosialisasi dengan baik. Kemudian, bisa sampai ke masyarakat. Misalnya terkait kebijakan dengan bantuan. Ada beberapa pintu bantuan terkait pandemi ini. Nah ini di masyarakat masih banyak masalah berkaitan dengan data.
Karena data yang diusulkan oleh desa, RT dan RW berbeda dengan yang mendapatkan bantuan. Jadi, dalam kaitannya dengan aturan ini, pemerintah harus benar-benar konsisten. Dan ini menjadi PR kita bersama,” ujarnya.

Dr. Abdy Yuhana, S.H.,M.H, saat menyerahkan bantuan APD kepada petugas.

Yang ketiga, lanjut dia, terkait dengan kultur atau budaya masyarakat. “Kalau kita lihat tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah. Ada kebijakan PSBB, sepertinya direspon biasa-bisa saja. Padahal dampak dari covid ini, sangat berbahaya. Jadi menurut saya, masyarakat harus mengikuti apa yang menjadi pemahaman kita bersama agar covid ini bisa kita hentikan sebarannya,” tambahnya. (Alif/Adv/KC Online)